
Tokyo, Rabu 15 April 2026-VNNMedia- Kasus campak di Jepang saat ini tengah mengalami lonjakan dengan laju penyebaran tercepat sejak tahun 2020, seperti dilansir dari NHK News
Berdasarkan data dari Institut Ketahanan Kesehatan Jepang, total kasus sepanjang tahun ini telah mencapai 236 orang, atau melonjak sekitar 3,6 kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Dalam laporan terbaru hingga 5 April, tercatat ada 34 kasus baru yang dilaporkan dalam kurun waktu satu pekan saja.
Penyakit ini sangat menular melalui udara, percikan air liur, maupun kontak fisik dengan gejala berupa demam, batuk, hingga ruam yang berisiko menyebabkan kematian pada kasus yang serius
Mengingat Jepang sebenarnya telah dinyatakan bebas dari campak, penularan pada pasien yang tidak bepergian diduga berasal dari virus yang dibawa dari luar negeri
Sebanyak 30 pasien atau sekitar 13 persen dari total kasus diyakini tertular saat berada di negara lain seperti Indonesia dan Selandia Baru. Di Indonesia sendiri, rendahnya tingkat vaksinasi dan lambatnya diagnosis telah memicu wabah besar sejak tahun lalu, sementara tren kenaikan kasus juga terlihat di Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa
Menyikapi situasi tersebut, Kementerian Kesehatan Jepang mendesak masyarakat yang baru kembali dari luar negeri untuk berhati-hati agar tidak menyebarkan virus di fasilitas umum atau acara keramaian
Para pelancong diminta untuk memeriksa kembali catatan vaksinasi mereka sebelum mengunjungi daerah yang rawan, dan orang tua sangat direkomendasikan untuk memastikan anak-anak mereka sudah divaksinasi
Institut Ketahanan Kesehatan Jepang dalam laporan analisis risikonya menekankan bahwa peningkatan perjalanan internasional sejak 2023 menjadi faktor utama meningkatnya potensi masuknya virus campak ke wilayah Jepang
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News