
SURABAYA, 25 APRIL 2026 – VNNmedia – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, mendorong generasi muda perempuan di sektor fashion dan kriya untuk mengedepankan konsep desain berkelanjutan (sustainable design) sebagai kunci daya saing industri kreatif ke depan.
Hal tersebut disampaikan saat membuka sekaligus menjadi panelis dalam acara Inagurasi 10 Kartini Muda Penggiat Kriya dan Fashion Jawa Timur 2026 yang dirangkaikan dengan talkshow “Sustainable Creative Design Integrated Passion” di Kogu Space, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan ini digelar Dekranasda Jatim dalam rangka memperingati Hari Kartini sekaligus memperkuat peran perempuan dalam industri kreatif berbasis inovasi dan keberlanjutan.
Dalam sambutannya, Arumi mengapresiasi 10 finalis terbaik Kartini Muda yang telah melalui proses seleksi ketat dari 99 peserta hingga tersaring menjadi 10 besar dari berbagai daerah di Jawa Timur.
“Dekranasda berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi pelaku usaha perempuan agar terus berinovasi dan mampu bersaing di pasar global,” ujarnya.
Ia menegaskan, ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang untuk membuka jejaring bisnis dan memperluas wawasan para pelaku usaha. Para peserta juga didorong memanfaatkan kesempatan belajar dari mentor, termasuk desainer internasional dan akademisi dari Universitas Ciputra.
Dalam sesi presentasi, para finalis menampilkan berbagai produk kreatif berbasis ramah lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal, khususnya perempuan. Karya yang dipamerkan meliputi sepatu kulit, aksesori dari limbah plastik, hingga dekorasi rumah berbahan serat alami.
Selain itu, sejumlah inovasi juga menarik perhatian, seperti pemanfaatan serat nanas pada produk batik, kain daur ulang, hingga tenun ikat khas daerah yang dikemas dalam desain modern dan elegan.
“Produk-produk ini tidak hanya kuat secara estetika, tetapi juga memiliki dampak sosial karena memberdayakan pengrajin dan perempuan di daerah,” tambah Arumi.
Sebagai bentuk dukungan konkret, para finalis terpilih akan dilibatkan dalam pameran “Batik & Bordir Affairs”, ajang bergengsi yang menampilkan tren terbaru batik, bordir, dan aksesori dari Jawa Timur.
Dalam pameran tersebut, para pelaku UMKM akan dipertemukan dengan pelaku bisnis skala besar untuk memperluas pasar.
Arumi menekankan, isu keberlanjutan bukan sekadar tren, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga lingkungan sekaligus melestarikan budaya.
“Sustainability adalah tanggung jawab bersama. Jika tidak dijaga, kekayaan budaya dan alam kita bisa tergerus. Dekranasda hadir untuk memastikan pelaku usaha tetap berkembang tanpa mengabaikan lingkungan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, Dekranasda Jatim terus membuka akses bagi UMKM yang mengusung nilai budaya lokal sekaligus peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.
Rangkaian acara ditutup dengan kunjungan Arumi ke booth pameran “Bangga Membumi”, di mana ia berinteraksi langsung dengan pelaku usaha serta meninjau produk kriya berbahan daur ulang.
Melalui kegiatan ini, Dekranasda Jatim berharap lahir lebih banyak Kartini muda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga mampu menghadirkan produk inovatif yang ramah lingkungan dan berdaya saing global.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News