Babak Baru Perselisihan Trump-Mamdani, Kali Ini Terkait Benjamin Netanyahu

Wali Kota New York Zohran Mamdani

New York, Selasa 21 Juli 2026-VNNMedia- Presiden AS Donald Trump dan Wali Kota New York Zohran Mamdani kembali terlibat dalam perselisihan setelah sempat rukun pada November tahun lalu

Tensi panas kedua politisi itu kali ini melibatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang direncanakan bakal menginjakkan kaki di kota New York untuk menghadiri Sidang Umum Majelis PBB pada September mendatang

Mamdani kepada The New York Times pada hari Sabtu (17/7) mengungkap bahwa pemerintah Kota New York sedang menelaah aspek hukum terkait potensi perintah penahanan Benjamin Netanyahu oleh Mamdani ketika pemimpin Israel itu menyambangi New York

“Kami sedang melakukan pembicaraan aktif dengan tim hukum untuk memahami apa yang diizinkan oleh hukum,” kata Mamdani. “Apa pun yang diizinkan oleh hukum untuk saya lakukan di Kota New York, itulah yang akan kami lakukan. Kami tidak akan membuat hukum sendiri.”

Ia juga menyoroti status penangkapan oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) kepada Netanyahu atas dakwaan kejahatan perang dan kemanusiaan di wilayah konflik Gaza

“Saya percaya bahwa Perdana Menteri Netanyahu pantas berada di Den Haag. Dia adalah seorang penjahat perang yang telah didakwa oleh Mahkamah Pidana Internasional, dan apa yang akan Anda temukan adalah bahwa opini tersebut dipegang oleh banyak orang, murni karena apa yang telah dihasilkan oleh tindakan-tindakannya selama beberapa tahun terakhir ini,” kata Mamdani

Sementara itu, Donald Trump menjamin keselamatan sekutu dekatnya tersebut saat berada di AS. “Benjamin Netanyahu tidak akan ditangkap, dengan cara apapun, selama berada di Amerika Serikat,” tulis Trump pada Senin kemarin melalui Truth Social. “Satu-satunya orang yang pantas ditangkap adalah mereka yang telah membawa Iran ke dalam spiral kematian dan kehancuran yang belum pernah terjadi sebelumnya, sesuatu yang seharusnya sudah ditangani bertahun-tahun lalu oleh para Presiden sebelumnya!”

Di sisi lain, Israel membalas Mamdani dengan mengatakan bahwa pria 34 tahun itu hanya mencari sensasi dan menyebut jika ICC sebagai mahkamah rekayasa. Diketahui Israel dan AS tidak pernah mengakui wewenang lembaga tersebut, ditambah pula Washington kerap menjatuhkan sanksi kepada para hakim ICC yang mencoba mengadili pejabat Israel

Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News