Karnaval Muharram YPM Sidoarjo gaungkan revolusi hijau Nusantara

SIDOARJO, 16 JUNI 2026 – VNNMedia – Sebanyak hampir 5.000 peserta dari jenjang playgroup hingga perguruan tinggi mengikuti Karnaval Muharram yang digelar Yayasan Pendidikan dan Sosial Ma’arif (YPM) Sidoarjo dengan mengusung tema “Revolusi Hijau Nusantara”.

Kegiatan tahunan tersebut digelar dalam rangka memperingati Tahun Baru Hijriah sekaligus memperkuat hubungan keluarga besar YPM dengan masyarakat melalui berbagai aksi kepedulian lingkungan.

“Ini merupakan kegiatan yang sudah bertahun-tahun kami laksanakan secara istiqamah untuk memperkuat ukhuwah antara keluarga besar YPM dan masyarakat sehingga partisipasi masyarakat terhadap kegiatan YPM terus meningkat dari tahun ke tahun,” kata Ketua YPM Sidoarjo Ahmad Makki.

Menurut dia, tema Revolusi Hijau Nusantara tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan karnaval, tetapi juga melalui berbagai gerakan nyata yang telah berjalan secara berkelanjutan.

Salah satu program yang dijalankan adalah gerakan “Nyemplung Kali” yang bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan sungai dan pelestarian lingkungan sekitar.

Selain itu, YPM juga mengembangkan program Hutan Wakaf yang disertai pendidikan lingkungan melalui Sekolah Hutan Wakaf yang berlokasi di Pacet, Mojokerto.

Program pendidikan lingkungan tersebut telah berjalan hampir empat tahun dan menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam.

Makki mengatakan YPM juga mendorong pengurangan penggunaan plastik di lingkungan sekolah melalui kebiasaan membawa tumbler dan kotak makan yang telah diterapkan selama hampir dua tahun.

YPM juga mulai menerapkan program pemilahan sampah di sekolah yang hasilnya dikonversi menjadi nilai ekonomi untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Karnaval yang menempuh jarak sekitar 3,5 kilometer itu melibatkan peserta dari seluruh unit pendidikan di bawah naungan YPM.

Kegiatan tersebut digelar setiap tahun tepat pada momentum Tahun Baru Hijriah sebagai agenda rutin yang tidak pernah bergeser ke waktu lain.

“Harapan kami kegiatan ini menjadi wadah kreasi anak-anak secara optimal sekaligus membantu mereduksi dampak negatif digitalisasi serta menumbuhkan kepedulian masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mengurangi sampah plastik,” kata Ahmad Makki.

Telusuri berita lain di Google News VNNMedia