Indonesia-Prancis Bentuk Dewan Bisnis Tingkat Tinggi, Investasi Baru Capai USD3,5 Miliar

JAKARTA, 31 MEI 2026 – VNNMedia – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyambut pembentukan France–Indonesia High Level Business Council (FI-HLBC) sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Prancis. Forum tersebut diharapkan mampu mempercepat realisasi investasi, meningkatkan perdagangan, serta memperluas kerja sama di berbagai sektor strategis.

Peluncuran dewan bisnis tingkat tinggi itu berlangsung pada Kamis (28/5/2026) dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis. Peresmian dilakukan di hadapan Presiden Prabowo dan Presiden Emmanuel Macron.

Menurut Rosan, pembentukan FI-HLBC menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemitraan ekonomi kedua negara. Selain menjadi ruang dialog antara pelaku usaha, forum tersebut juga diharapkan menjadi katalisator bagi peningkatan investasi, perdagangan, dan berbagai kerja sama yang memberikan manfaat ekonomi bagi kedua belah pihak.

Forum bisnis ini mempertemukan 30 pimpinan perusahaan dan kelompok industri terkemuka dari Indonesia dan Prancis. Total kapitalisasi pasar gabungan perusahaan yang tergabung dalam forum tersebut mencapai sekitar 1,3 triliun dolar Amerika Serikat.

Dewan bisnis dipimpin bersama oleh CEO Danone sekaligus Chair France–Indonesia Business Council MEDEF International, Antoine de Saint-Affrique, serta Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Bakrie.

Rosan mengungkapkan, peluncuran dewan bisnis tersebut menghasilkan empat kesepakatan komersial baru dengan nilai total mencapai USD 3,5 miliar. Kesepakatan itu mencakup sektor ketahanan energi, perdagangan, hingga kerja sama pertahanan.

Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha Prancis terhadap Indonesia. Ia menilai Indonesia kini semakin dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang serta iklim investasi yang semakin kompetitif.

Selain mendorong investasi baru, FI-HLBC juga akan berperan dalam mengawal implementasi berbagai komitmen investasi yang telah disepakati sebelumnya.

Pada kunjungan Presiden Macron ke Indonesia pada Mei 2025, kedua negara menandatangani 27 nota kesepahaman (MoU) dengan nilai lebih dari 11 miliar dolar AS.

Rosan menekankan bahwa tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh komitmen tersebut dapat direalisasikan. Melalui dewan bisnis ini, berbagai hambatan investasi diharapkan dapat diidentifikasi lebih cepat sehingga proses implementasi proyek dapat berjalan lebih optimal.

Ke depan, Dewan Bisnis Indonesia-Prancis menargetkan peningkatan nilai perdagangan bilateral hingga tiga kali lipat pada 2035. Dengan dukungan pemerintah kedua negara, Kadin Indonesia dan MEDEF International akan terus memperkuat koridor ekonomi bilateral guna membuka peluang kerja sama baru di berbagai sektor strategis.

Rosan optimistis sinergi antara pemerintah dan dunia usaha akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing Indonesia dan Prancis di tengah tantangan ekonomi global.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News