Danantara Teken Tiga Program Strategis untuk SDM Indonesia

JAKARTA, 26 MEI 2026 – VNNMedia – Danantara Indonesia Trust resmi meluncurkan tiga kemitraan strategis perdana di bidang kesehatan, pendidikan, dan literasi budaya sebagai langkah memperkuat pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Peluncuran kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Karya Salemba Empat, serta Museum dan Cagar Budaya di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Minggu (25/5/2026).

Acara tersebut dihadiri Pembina Danantara Indonesia Trust sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, pendiri Didit Hediprasetyo Foundation Didit Hediprasetyo, serta pendiri Karya Salemba Empat Tatan A. Taufik.

Rosan mengatakan Danantara Indonesia tidak hanya berfokus mengelola investasi negara, tetapi juga ingin menghadirkan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat.

“Danantara Indonesia didirikan bukan hanya untuk mengelola aset dan investasi negara, tetapi juga untuk berkontribusi pada kemajuan sosial Indonesia,” ujar Rosan.

Salah satu fokus utama kerja sama tersebut adalah penguatan kesehatan ibu dan anak. Melalui kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, Danantara Indonesia Trust akan mendukung penyediaan vaksin heksavalen untuk melindungi jutaan anak dari berbagai penyakit menular.

Selain itu, program tersebut juga mencakup penguatan infrastruktur rantai dingin vaksin serta penyediaan suplemen Multiple Micronutrient guna membantu kesehatan ibu hamil dan menekan angka stunting.

Langkah ini dinilai penting karena Indonesia masih menghadapi tantangan kesehatan dan gizi. Meski cakupan imunisasi dasar lengkap mencapai 80,2 persen pada 2025, masih terdapat sekitar 960 ribu anak zero-dose yang belum menerima imunisasi sama sekali.

Di sektor pendidikan, Danantara Indonesia Trust bekerja sama dengan Karya Salemba Empat melalui program beasiswa tiga tahun bagi sekitar 500 mahasiswa kurang mampu di berbagai daerah di Indonesia.

Program tersebut tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga mencakup mentoring, pengembangan kepemimpinan, hingga program kesiapan karier.

Inisiatif itu hadir di tengah tingginya angka anak muda usia 15-24 tahun yang tidak bekerja, tidak sekolah, maupun tidak mengikuti pelatihan atau NEET (Not in Education, Employment or Training).

Sementara pada bidang budaya, kerja sama dilakukan bersama Museum dan Cagar Budaya melalui pengembangan Perpustakaan Danantara Indonesia Trust di Museum Nasional Indonesia.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap pengetahuan budaya sekaligus memperkuat literasi budaya generasi muda.

Ketua Yayasan Danantara Indonesia Trust, Nuraini Razak mengatakan seluruh kemitraan yang dibangun difokuskan untuk menjawab tantangan pembangunan paling mendesak di Indonesia.

“Melalui kolaborasi ini, program-program tersebut akan menjadi fondasi DIT sebagai platform yang memobilisasi aksi kolektif dan menghadirkan dampak nyata di seluruh Indonesia,” katanya.

Ke depan, Danantara Indonesia Trust juga akan memperluas kolaborasi dengan institusi global dan membuka peluang pendanaan bersama guna memperbesar dampak sosial program-program yang dijalankan.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News