ChatGPT-Copilot Jagokan Timnas Prancis Juarai Pildun 2026

Jakarta, Selasa 26 Mei 2026-VNNMedia- Teknologi kecerdasan buatan (AI) ramai-ramai memprediksi tim-tim mana yang layak memegang trofi Piala Dunia 2026, jelang dimulainya perhelatan akbar sepak bola itu pada 11 Juni mendatang

Melansir dari bola.com, tiga aplikasi AI populer seperti ChatGPT, Google Gemini, dan Copilot menjagokan tim-tim yang menjadi kandidat kuat juara piala dunia kali ini

Seperti ChatGPT dan Copilot, AI milik OpenAI dan Microsoft ini kompak memilih timnas Prancis, Les Bleus, menjadi pemegang trofi Piala Dunia 2026. Sementara Google Gemini lebih memilih Spanyol sebagai juara

Lain AI, lain pula pilihan manusia. Timnas Belanda dijagokan oleh seorang ekonom Jerman yang sebelumnya sukses menebak tiga juara Piala Dunia terakhir

Menengok Tim-Tim Jagoan AI dan Manusia

1.Tim Nasional Prancis

dok.FIFA

Timnas Prancis di Piala Dunia 2026 masih dilatih oleh Didier Deschamps yang akan menjadikan turnamen ini sebagai panggung terakhirnya bersama Les Bleus

Skuad resmi Prancis mengombinasikan pemain senior dan talenta baru, dipimpin oleh kapten Kylian Mbappe, dengan lini serang tajam seperti Ousmane Dembele dan Michael Olise, serta lini tengah kokoh yang dikomandoi Aurelien Tchouameni dan Adrien Rabiot, sementara nama besar seperti Eduardo Camavinga terpaksa dicoret karena masalah kebugaran

Secara taktik, Prancis mengandalkan skema pragmatis 4-2-3-1 atau 4-3-3 yang bertumpu pada pertahanan solid dan transisi serangan cepat yang mematikan

Sepanjang sejarahnya, Prancis tercatat pernah menjuarai Piala Dunia sebanyak dua kali, yakni pada tahun 1998 saat menjadi tuan rumah dan tahun 2018 di Rusia

2.Tim Nasional Spanyol

dok.FIFA

Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026 dilatih oleh Luis de la Fuente yang membawa perubahan gaya bermain menjadi lebih agresif dan dinamis

Skuad resmi Spanyol kali ini mencatat sejarah karena tidak diperkuat satu pun pemain dari Real Madrid, melainkan didominasi oleh pilar FC Barcelona dan beberapa klub Liga Inggris

Tim ini mengandalkan bintang muda seperti Lamine Yamal dan Nico Williams di sektor penyerang, dikawal oleh Rodri dan Pedri di lini tengah, sementara pemain senior seperti Dani Carvajal dan Alvaro Morata absen dari tim

Secara taktik, Spanyol menerapkan formasi 4-3-3 modern yang tidak lagi fokus pada tiki-taka lambat, melainkan mengutamakan penguasaan bola di tengah yang dikombinasikan dengan serangan sayap yang sangat cepat

Spanyol tercatat menjuarai Piala Dunia sebanyak satu kali, yaitu pada tahun 2010 di Afrika Selatan setelah mengalahkan Belanda di partai final

3.Timnas Belanda

dok.FIFA

Timnas Belanda menatap Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar mematahkan kutukan di pesta sepak bola dunia setelah tergabung dalam Grup F bersama Jepang, Swedia, dan Tunisia.

Tim berjuluk Oranje ini dilatih oleh Ronald Koeman yang kembali menjabat sejak tahun 2023, dibantu oleh mantan striker legendaris Ruud van Nistelrooy sebagai asisten pelatih yang baru ditunjuk awal tahun ini. Untuk kedalaman pemain, Koeman membawa kombinasi pilar senior dan bintang muda potensial, dipimpin oleh kapten veteran Virgil van Dijk di lini belakang berdampingan dengan Micky van de Ven, Nathan Ake, serta Denzel Dumfries

Sektor tengah dihuni oleh Frenkie de Jong, Tijjani Reijnders, dan Ryan Gravenberch, sementara lini serang mengandalkan kreativitas Xavi Simons untuk menyuplai bola kepada Cody Gakpo dan Memphis Depay.

Secara skema permainan, Koeman gemar menerapkan formasi modern 4-3-3 atau variasi tiga bek yang fleksibel, menitikberatkan pada keseimbangan lini belakang yang solid, kontrol bola di lini tengah, serta transisi menyerang cepat melalui kreativitas para talenta mudanya

Timnas Belanda tercatat belum pernah menjuarai Piala Dunia sama sekali. Prestasi terbaik mereka sepanjang sejarah turnamen ini adalah menjadi runner-up atau juara kedua sebanyak tiga kali, yakni pada edisi tahun 1974, 1978, dan 2010

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News