
SURABAYA, 20 MEI 2026 – VNNMedia – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 siap digelar. Untuk mendukung kelancaran proses pendaftaran, Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya mengoptimalkan sistem aplikasi sekaligus membuka posko layanan di seluruh sekolah.
Kepala Dispendik Surabaya, Febrina Kusumawati, mengatakan secara umum mekanisme SPMB tahun ini masih sama seperti tahun sebelumnya. Namun terdapat perubahan pada jalur prestasi jenjang SMP Negeri, yakni penambahan Tes Kompetensi Akademik (TKA) dalam sistem penilaian.
“Yang berubah hanya jalur prestasi karena tahun ini kami memasukkan Tes Kompetensi Akademik. Selebihnya masih sama seperti tahun lalu,” kata Febrina dalam konferensi pers, Selasa (19/5/2026).
Pada SPMB SMPN 2026, kuota jalur prestasi ditetapkan sebesar 35 persen. Jalur tersebut dibagi menjadi tiga kategori, yakni prestasi akademik 20 persen, perlombaan dan pertandingan 12 persen, serta penghafal kitab suci sebesar 3 persen.
Berbeda dari tahun sebelumnya yang hanya mengacu pada nilai rapor, tahun ini jalur prestasi akademik menggunakan kombinasi nilai rapor dan hasil TKA.
Dispendik menetapkan bobot nilai rapor sebesar 60 persen dan TKA sebesar 40 persen. “Hasil TKA dijadwalkan keluar pada 26 Mei 2026,” ujar Febrina.
Dispendik juga memprioritaskan verifikasi jalur perlombaan dan penghafal kitab suci lebih dulu sebelum membuka jalur akademik. Langkah itu dilakukan agar siswa yang belum lolos pada jalur lomba masih memiliki kesempatan mendaftar melalui jalur nilai akademik.
Selain memastikan sistem penerimaan berjalan transparan, Pemkot Surabaya juga menjamin seluruh lulusan SD tetap mendapatkan akses pendidikan. Berdasarkan data Dispendik, jumlah lulusan SD negeri dan swasta tahun ini sekitar 41 ribu siswa, sedangkan total daya tampung SMP negeri dan swasta mencapai 42 ribu kursi.
“Artinya tidak ada anak yang putus sekolah atau tidak mendapatkan sekolah karena kuotanya mencukupi,” terang Febrina.
Untuk memperluas akses pendidikan, Pemkot Surabaya juga mengoptimalkan jalur afirmasi dengan kuota 15 persen untuk SD dan 20 persen untuk SMP. Jalur tersebut terintegrasi dengan data desil kemiskinan milik Dinas Sosial, termasuk kategori inklusi dan penyandang disabilitas.
Sementara pada jalur domisili, kuota yang disediakan mencapai 80 persen untuk SD dan 40 persen untuk SMP. Pemkot Surabaya tetap menerapkan sistem dua ring guna menjaga pemerataan penerimaan siswa.
Jalur domisili satu diperuntukkan bagi calon siswa yang rumahnya paling dekat dengan sekolah tujuan. Sedangkan jalur domisili dua diperuntukkan bagi siswa yang tempat tinggalnya lebih jauh namun masih berada dalam satu wilayah kelurahan atau kecamatan.
“Kalau belum berhasil di domisili satu, masih bisa menggunakan domisili dua dengan kuota 20 persen,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi antrean dan gangguan teknis aplikasi, Dispendik mulai mengoperasikan posko layanan informasi di seluruh sekolah mulai Rabu (20/5/2026).
“Masyarakat tidak perlu datang ke dinas. Semua sekolah sudah memiliki posko dan petugas yang siap membantu proses pendaftaran,” kata Febrina.
Pelaksanaan SPMB dilakukan bertahap antara jenjang SD dan SMP agar memudahkan orang tua yang memiliki lebih dari satu anak usia sekolah.
Untuk jenjang SDN, tahapan uji coba pendaftaran seluruh jalur berlangsung pada 22-28 Mei 2026. Jalur afirmasi dan mutasi dibuka 2-4 Juni 2026, sedangkan jalur domisili dilaksanakan bertahap mulai 8 hingga 18 Juni 2026.
Sementara untuk jenjang SMPN, validasi data afirmasi berlangsung hingga pertengahan Juni 2026. Jalur afirmasi dibuka pada 22-24 Juni 2026, sedangkan jalur prestasi akademik dijadwalkan berlangsung pada 1-3 Juli 2026. Adapun jalur domisili SMPN dibuka pada 5-6 Juli 2026.
Informasi lengkap mengenai jadwal dan mekanisme SPMB Surabaya 2026/2027 dapat diakses melalui spmb.surabaya.go.id.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News