DEN Soroti Tantangan PLTS Terapung Cirata, PLN NP Klaim Operasi Tetap Normal

PLTS Cirata

CIRATA, 16 MEI 2026 – VNNMedia – Kawasan pembangkit hybrid Cirata di Jawa Barat mendapat perhatian khusus dari Dewan Energi Nasional (DEN) setelah muncul tantangan teknis pada unit pengapung atau floater di proyek PLTS Terapung Cirata.

Meski demikian, pembangkit listrik tenaga surya terapung terbesar di ASEAN itu dipastikan tetap beroperasi normal sambil menjalani proses penggantian komponen secara bertahap.

Anggota DEN unsur pemangku kepentingan industri, Sripeni Inten Cahyani, mengatakan persoalan pada floater dipicu penurunan elevasi apung akibat pengaruh biota air endemik di Waduk Cirata.

Operator proyek, Pembangkitan Jawa Bali Masdar Solar Energy (PMSE), disebut telah bergerak cepat melakukan penggantian sebagian unit pengapung dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026.

“PLTS Terapung Cirata masih beroperasi dengan normal dan tantangan ini justru dapat memunculkan berbagai penelitian akademis untuk pengembangan PLTS terapung di masa depan,” ujar Sripeni saat meninjau kawasan energi bersih Cirata, Rabu (13/5/2026).

Ia menilai langkah penanganan yang dilakukan operator menunjukkan kesiapan industri energi nasional dalam menghadapi tantangan teknologi energi baru terbarukan (EBT), khususnya pada proyek pembangkit berbasis perairan.

Kawasan Cirata sendiri menjadi salah satu proyek energi hijau terbesar di Indonesia karena menggabungkan dua sumber energi terbarukan dalam satu sistem pembangkit hybrid, yakni PLTA Cirata berkapasitas 1.008 Mega Watt (MW) dan PLTS Terapung Cirata berkapasitas 192 Mega Watt Peak (MWp).

PLTA Cirata selama ini dikenal sebagai pembangkit listrik tenaga air
terbesar di Indonesia, sedangkan PLTS Terapung Cirata yang mulai beroperasi sejak November 2023 menjadi PLTS terapung terbesar di Indonesia dan kawasan ASEAN.

Menurut Sripeni, kombinasi PLTA dan PLTS terapung di Waduk Cirata menjadi model penting pengembangan energi bersih nasional karena mampu memaksimalkan waduk eksisting tanpa memerlukan tambahan lahan baru dalam skala besar.

“Cirata menunjukkan Indonesia memiliki kemampuan besar dalam mengembangkan energi bersih berbasis inovasi. Model hybrid seperti ini memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung target bauran energi baru terbarukan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN Nusantara Power, Komang Parmita, menegaskan PLN NP akan terus memperkuat portofolio pembangkit hijau untuk mendukung percepatan transisi energi nasional.

Menurutnya, proyek hybrid Cirata menjadi bukti bahwa kolaborasi dan inovasi dapat menghadirkan solusi energi masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan bagi Indonesia.

Selain memasok listrik ramah lingkungan, PLTS Terapung Cirata juga diproyeksikan menjadi referensi pengembangan proyek serupa di berbagai waduk dan badan air potensial lainnya di Indonesia.

Melalui pengembangan kawasan hybrid Cirata, PLN Nusantara Power menegaskan komitmennya mendukung target Net Zero Emission sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik nasional berbasis energi bersih.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News