Lemhannas Sebut Jawa Timur Jadi Role Model SDM dan Ketahanan Pangan Nasional

MOJOKERTO, 14 MEI 2026 – VNNMedia — Direktur Lemhanas TB Ace Hasan Syadzily memuji keberhasilan Jawa Timur dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM), pendidikan, dan ketahanan pangan nasional. Menurutnya, capaian tersebut menjadikan Jawa Timur sebagai role model dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Pernyataan itu disampaikan Ace Hasan saat menghadiri kegiatan Lemhannas Goes to Campus di Universitas KH Abdul Chalim, Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Selasa (12/5/2026).

Menurut Ace Hasan, pembangunan SDM menjadi faktor utama yang menentukan daya saing Indonesia di masa depan. Karena itu, ia menilai langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat pendidikan dan generasi muda sudah berada di jalur yang tepat.

“Saya senang Jawa Timur terus mendorong kualitas sumber daya manusia. Karena yang akan menentukan kualitas Indonesia tahun 2045 adalah bagaimana kita membangun generasi muda saat ini,” ujar Ace Hasan.

Ia juga mengapresiasi keberhasilan Jawa Timur dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. Menurutnya, posisi strategis Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional menjadi elemen penting dalam menjaga ketahanan nasional di tengah ancaman krisis pangan global.

“Ketahanan pangan yang dibangun Jawa Timur menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan nasional dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” katanya.

Di sektor pendidikan, Jawa Timur tercatat tujuh tahun berturut-turut menjadi provinsi dengan jumlah siswa SMA, SMK, dan MA terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur tanpa tes.

Berdasarkan data Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) tahun 2026, sebanyak 29.046 siswa asal Jawa Timur diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga terus memperkuat kualitas SDM melalui program revitalisasi SMK, sekolah double track, sekolah boarding, hingga berbagai program beasiswa.

Program bantuan pendidikan juga menjangkau jutaan siswa dan tenaga pendidik. Tercatat sebanyak 6,57 juta siswa menerima Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP), sementara bantuan pendidikan diniyah dan guru swasta menjangkau lebih dari 5,3 juta siswa serta 284 ribu guru dan ustadz.

Di bidang pangan, Jawa Timur masih menjadi produsen padi dan beras terbesar nasional. Pada 2025, produksi padi Jawa Timur mencapai 10,43 juta ton, meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar 9,23 juta ton.

Sementara produksi beras mencapai 6,03 juta ton atau naik 12,60 persen dibanding 2024. Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Bulog Kanwil Jawa Timur juga tercatat tertinggi nasional dengan jumlah mencapai 822.854 ton.

Tak hanya itu, Jawa Timur juga menjadi produsen utama sektor peternakan nasional. Produksi daging sapi Jawa Timur mencapai 127 ribu ton atau sekitar 20 persen produksi nasional, sedangkan produksi susu sapi mencapai 58 persen dari total produksi nasional.

Untuk produksi telur ayam ras, Jawa Timur menjadi yang tertinggi nasional dengan kontribusi sekitar 32 persen terhadap produksi nasional.

Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa mengatakan berbagai capaian pembangunan di Jawa Timur merupakan hasil sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, pesantren, hingga masyarakat. “Kuncinya adalah sinergi. Tidak mungkin kita sukses sendirian,” ujar Khofifah.

Khofifah menambahkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada Triwulan I 2026 mencapai 5,96 persen secara year on year, tertinggi di Pulau Jawa dan melampaui capaian nasional.

Ia juga menegaskan Jawa Timur kini bergerak dari ketahanan pangan menuju kedaulatan pangan berkelanjutan sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional Presiden Prabowo Subianto.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News