
SEMARANG, 14 MEI 2026 – VNNMedia — Adhy Karyono menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional melalui kolaborasi antardaerah. Hal itu disampaikan saat menghadiri Rapat Kerja Gubernur Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD–MPU) Tahun 2026 di Hotel Tentrem Semarang, Selasa (12/5/2026).
Mewakili Khofifah Indar Parawansa, Adhy mengatakan forum tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi 10 provinsi dalam menghadapi tantangan pembangunan, khususnya di sektor pangan dan energi yang kini menjadi isu global.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur sekaligus mewakili Ibu Gubernur, kami menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum ini sebagai wadah memperkuat kolaborasi dan kerja sama antardaerah dalam membangun ketahanan pangan dan energi yang berkelanjutan,” ujar Adhy.
Forum FKD–MPU sendiri beranggotakan 10 provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Lampung, Banten, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Adhy menjelaskan sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi Jawa Timur. Pada Triwulan I 2026, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan berkontribusi sebesar 10,51 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur.
Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur pada Desember 2025 tercatat mencapai 118,96 atau tertinggi di Pulau Jawa.
Pemprov Jatim juga terus memperkuat sektor pertanian melalui penyaluran pupuk subsidi, alat dan mesin pertanian (alsintan), pembangunan infrastruktur irigasi, hingga optimalisasi lahan pertanian.
Sepanjang 2025, alokasi pupuk subsidi di Jawa Timur mencapai 2,07 juta ton dengan realisasi serapan sebesar 93,50 persen. Pemprov Jatim juga menyalurkan 721 unit alsintan pra panen dan 151 unit alsintan pasca panen.
Dengan luas baku sawah mencapai 1,2 juta hektare, Jawa Timur kembali menegaskan posisinya sebagai lumbung pangan nasional. Produksi padi Jawa Timur tahun 2025 tercatat mencapai 10,56 juta ton gabah kering giling atau setara 6,10 juta ton beras, meningkat 13,89 persen dibanding tahun sebelumnya dan menjadi yang tertinggi secara nasional.
Tak hanya itu, Jawa Timur juga menjadi produsen jagung terbesar nasional dengan produksi mencapai 4,59 juta ton atau berkontribusi 28,46 persen terhadap produksi nasional.
Sementara stok Bulog Kanwil Jawa Timur tercatat sebagai yang tertinggi nasional dengan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 822.854 ton.
Di sektor hortikultura, Jawa Timur juga mencatat produksi strategis nasional, di antaranya bawang merah 500.301 ton, cabai rawit 603.718 ton, cabai besar 104.536 ton, tomat 126.810 ton, dan kentang 252.624 ton.
Menghadapi potensi musim kemarau dan El Nino 2026, Pemprov Jatim telah menyiapkan langkah mitigasi seperti pemetaan wilayah rawan kekeringan, pembangunan early warning system, rehabilitasi jaringan irigasi, hingga percepatan tanam menggunakan varietas tahan kekeringan.
“Mitigasi kekeringan dan penguatan manajemen air menjadi langkah penting agar produktivitas pangan tetap terjaga,” tegas Adhy.
Selain ketahanan pangan, Pemprov Jatim juga terus memperkuat sektor energi melalui percepatan transisi menuju Energi Baru Terbarukan (EBT). Hingga Oktober 2025, realisasi bauran EBT Jawa Timur telah mencapai 12,55 persen atau melampaui target 12,15 persen.
Jawa Timur juga memiliki potensi EBT sebesar 188,41 gigawatt yang berasal dari energi surya, angin, panas bumi, biomassa, biogas, hingga tenaga air. Berbagai proyek pengembangan EBT terus dilakukan, mulai dari PLTS atap, PLTS apung, optimalisasi PLTSa Benowo, pengembangan biomassa, hingga proyek PLTB Wongsorejo.
Di bidang inovasi energi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) juga mengembangkan Biogasolin Sawit (Benwit) dan kendaraan hidrogen Antasena.
Adhy menegaskan Jawa Timur siap terus bersinergi dengan berbagai daerah dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat pangan dan energi. “Jawa Timur siap terus bersinergi dalam mewujudkan Indonesia yang tangguh, berdaulat pangan, berdaulat energi, dan semakin maju,” pungkasnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News