PPIH Surabaya Optimalkan Pengisian Seat Kosong Haji 2026

SURABAYA, 13 MEI 2026 – VNNMedia – Operasional pemberangkatan jemaah haji 2026 di Embarkasi Surabaya terus dioptimalkan agar seluruh kapasitas penerbangan dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Hingga hari ke-23 penyelenggaraan haji, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya mencatat masih terdapat 54 kursi kosong atau open seat, namun proses pengisian terus dilakukan agar penerbangan tetap efektif dan efisien.

Berdasarkan laporan PPIH per Rabu (13/5/2026) pukul 10.20 WIB, sebanyak 30.724 jemaah dan petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci dalam 81 kelompok terbang (kloter). Jumlah tersebut mencapai sekitar 70 persen dari total rencana pemberangkatan Embarkasi Surabaya tahun ini yang mencapai 44.080 orang.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan optimalisasi pengisian kursi kosong menjadi salah satu fokus utama agar operasional penerbangan haji berjalan maksimal tanpa mengurangi aspek keselamatan dan kenyamanan jemaah.

“Skema pengisian seat kosong terus dioptimalkan agar kapasitas penerbangan tetap maksimal dan proses pemberangkatan jemaah berjalan efektif tanpa mengurangi aspek keselamatan dan kenyamanan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan operasional haji tahun ini, tercatat sebanyak 126 mutasi keluar yang memengaruhi susunan manifest keberangkatan jemaah.

Mutasi tersebut terjadi karena berbagai faktor seperti kondisi kesehatan jemaah, penundaan keberangkatan, perpindahan kloter, hingga jemaah wafat.

Rincian mutasi keluar terdiri atas satu jemaah sakit di daerah, 24 jemaah sakit di RS Haji, dua jemaah hamil di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, 12 pendamping jemaah, satu jemaah wafat di daerah, 27 jemaah tunda keberangkatan, dua jemaah tunda Mecca Route, 36 kursi kosong, dua perpindahan nomor urut, serta 19 perpindahan kloter.

Untuk meminimalkan kursi kosong, PPIH melakukan pengisian melalui mekanisme mutasi masuk. Hingga saat ini, sebanyak 72 kursi berhasil diisi kembali, terdiri atas 25 jemaah dari daftar belum berkloter dan 47 jemaah dari kloter lain yang dialihkan mengisi kekosongan.

Meski masih menyisakan 54 kursi kosong, PPIH memastikan pengaturan manifest dan perpindahan jemaah terus dilakukan secara dinamis agar tidak ada kapasitas penerbangan yang terbuang.

Selain fokus pada optimalisasi seat, PPIH juga memastikan seluruh proses operasional berjalan lancar. Mulai dari kedatangan jemaah di asrama, pemeriksaan kesehatan, pengisian manifest, hingga keberangkatan menuju Arab Saudi terus dipantau secara intensif.

“PPIH Embarkasi Surabaya terus melakukan pemantauan intensif terhadap seluruh tahapan operasional,” kata Mohammad As’adul Anam.

Dari sisi ketepatan waktu penerbangan, seluruh 81 kloter yang telah diberangkatkan tercatat memiliki On Time Performance (OTP) 100 persen tanpa keterlambatan maupun percepatan jadwal.

Embarkasi Surabaya tahun ini memberangkatkan total 44.080 orang yang terdiri atas 42.109 jemaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU) dalam 116 kloter.

Pada 13 Mei 2026, Embarkasi Surabaya juga menerima kedatangan 1.140 jemaah dan petugas dari Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember yang tergabung dalam Kloter SUB 84, SUB 85, dan SUB 86.

PPIH Embarkasi Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas pelayanan, keamanan, dan kenyamanan seluruh jemaah selama proses operasional haji 2026 berlangsung.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News