Surabaya Siaga Hantavirus, Dinkes Minta Warga Waspada tapi Jangan Panik

Kepala Dinkes Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh

SURABAYA, 11 MEI 2026 – VNNMedia – Pemerintah Kota Surabaya mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Hantavirus. Meski demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus positif hantavirus yang terkonfirmasi di Kota Pahlawan.

Kepala Dinkes Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, mengatakan virus tersebut sebenarnya bukan penyakit baru karena telah lama dikenal dalam dunia medis. Penularannya diketahui berasal dari tikus dan hingga kini kasusnya masih bersifat sporadik.

“Hantavirus bukan penyakit baru dan sampai sekarang belum ada kasus positif di Surabaya,” kata Billy Daniel Messakh, Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, gejala hantavirus kerap menyerupai flu biasa atau common cold sehingga masyarakat diminta tetap waspada tanpa perlu panik berlebihan. Dinkes Surabaya pun fokus memperkuat deteksi dini dan menjaga kesiapan sistem kesehatan.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Surabaya mendorong pemeriksaan suhu tubuh kembali diaktifkan di sejumlah pintu masuk transportasi publik seperti bandara, pelabuhan, hingga terminal darat menggunakan alat pemindai suhu elektronik.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mendeteksi lebih awal masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan atau suhu tubuh di atas normal. “Kalau ada yang terdeteksi suhu tubuhnya tidak normal, tentu perlu dipantau lebih lanjut,” ujarnya.

Selain pengawasan di fasilitas transportasi, masyarakat juga diimbau kembali menerapkan pola hidup sehat seperti menjaga asupan makanan bergizi, rutin berolahraga, cukup istirahat, hingga memakai masker saat berada di ruang tertutup atau keramaian.

dr. Billy menyebut sejumlah negara di Eropa juga mulai kembali meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular dengan penggunaan alat pelindung diri, termasuk masker.

Di sisi lain, Pemkot Surabaya saat ini masih menunggu panduan teknis dari pemerintah pusat terkait mekanisme skrining hantavirus.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin disebut tengah meminta panduan resmi kepada World Health Organization terkait langkah skrining penyakit tersebut.

“Kami masih menunggu guidance dari Kementerian Kesehatan, tetapi koordinasi dan langkah antisipasi tetap kami siapkan,” jelasnya.

Dinkes Surabaya juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak. Namun jika harus bepergian, warga diminta tetap menjaga kebugaran tubuh dan menggunakan perlindungan diri.

Selain itu, warga yang berencana bepergian ke luar negeri diminta melengkapi vaksinasi seperti meningitis, influenza, dan pneumonia sebagai perlindungan tambahan selama perjalanan.

Vaksinasi tersebut dapat diakses masyarakat di RSUD Dr. Soewandhie. “Vaksinasi penting untuk perlindungan tambahan, terutama bagi warga yang bepergian ke luar negeri,” pungkas dr. Billy.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News