
SURABAYA, 5 MEI 2026 – VNNMedia — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mempercepat upaya pengendalian banjir di wilayah selatan dengan memperkuat integrasi sistem drainase dan penataan elevasi saluran air.
Langkah ini dipastikan langsung oleh Wali Kota Eri Cahyadi melalui peninjauan ke sejumlah titik strategis, Senin (4/5/2026). Lokasi yang dikunjungi antara lain Rumah Pompa Jalan Ahmad Yani, kawasan Gayungsari Barat, serta Rumah Pompa Nanggala di Dukuh Menanggal.
Tak hanya itu, Eri juga mengecek saluran yang terhubung dengan sistem pompa di Jalan Ahmad Yani, termasuk di kawasan Jemursari, Kendangsari, hingga Tenggilis Mejoyo.
Dalam tinjauannya, Eri menekankan pentingnya konektivitas antar saluran air. Menurutnya, banjir tidak hanya disebabkan oleh kapasitas drainase, tetapi juga karena sistem aliran yang belum terhubung secara optimal antarwilayah.
“Fokus kita saat ini adalah menghubungkan dan mengoreksi aliran antar area agar sistemnya terintegrasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sistem drainase di Surabaya selatan harus terkoneksi mulai dari kawasan Gayungsari, Ahmad Yani, hingga menuju Prapen, Tenggilis Mejoyo, dan Panjang Jiwo. Tantangan utama terletak pada jarak aliran yang cukup jauh menuju Avur Wonorejo sebagai titik hilir.
Selain konektivitas, Pemkot juga menyoroti persoalan perbedaan elevasi saluran yang menghambat aliran air. Eri menemukan sejumlah titik dengan ketinggian saluran yang tidak sejajar, sehingga aliran air tidak mengalir maksimal meskipun infrastruktur sudah tersedia.
Sebagai contoh, ia menyebut kondisi di Dukuh Menanggal yang salurannya cenderung kering, sementara di Gayungsari masih terdapat genangan akibat perbedaan elevasi.
“Seharusnya air mengalir ke Menanggal untuk dipompa ke Kali perbatasan Surabaya-Sidoarjo. Karena itu, elevasi saluran harus disamakan,” jelasnya.
Melalui langkah ini, Pemkot Surabaya berharap sistem drainase dapat bekerja lebih efektif dan terintegrasi. Eri juga meminta seluruh jajaran, mulai dari lurah, camat, hingga perangkat daerah, memahami arah aliran air sebagai dasar perencanaan pembangunan ke depan.
Dengan pendekatan tersebut, penanganan banjir di Surabaya diharapkan tidak lagi parsial, melainkan terencana dan terhubung secara menyeluruh antarwilayah.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News