Hardiknas 2026 di Grahadi, Khofifah Bangga Paskibra Gabungan dan Siswa Pidato Lima Bahasa

SURABAYA, 5 Mei 2026 — VNNMedia – Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi pelaksanaan Upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 di Halaman Gedung Negara Grahadi yang menghadirkan inovasi dan kreativitas pelajar lintas jenjang.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang untuk pertama kalinya di tingkat provinsi melibatkan siswa gabungan dari SD, SMP, hingga SMA. Bahkan, komandan pasukan dipercayakan kepada siswa sekolah dasar.

“Ini pertama kalinya di Indonesia, Paskibra tingkat provinsi melibatkan siswa lintas jenjang dan dipimpin siswa SD. Ini menunjukkan kepercayaan diri dan kualitas anak-anak kita luar biasa,” ujar Khofifah.

Selain itu, penampilan siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 15 Mojokerto juga mencuri perhatian. Lima siswa tampil membawakan pidato dalam lima bahasa sekaligus, yakni Bahasa Indonesia, Inggris, Jepang, Jerman, dan Arab.

Khofifah menilai capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa kualitas pendidikan di Jawa Timur terus berkembang dan mampu bersaing di level global.

Dalam momentum Hardiknas ini, Pemprov Jatim menegaskan komitmennya melalui program “Jatim Cerdas – Pendidikan Berdampak” untuk mencetak sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang kuat.

Tema nasional “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” disebut sejalan dengan arah pembangunan pendidikan di Jawa Timur, yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, integritas, dan kesehatan mental siswa.

Menurut Khofifah, pendidikan saat ini harus menjadi ruang yang aman dan inklusif, sekaligus mampu mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh. Karena itu, penguatan layanan bimbingan konseling hingga keterlibatan aktif keluarga menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan.

Pemprov Jatim juga terus mendorong inovasi pendidikan melalui berbagai program, seperti Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP), East Java Innovative Education Summit (EJIES), Double Track SMA, hingga pengembangan kendaraan listrik di SMK.

Sejumlah capaian pendidikan Jawa Timur turut disorot. Selama tujuh tahun berturut-turut, provinsi ini menjadi yang terbanyak meloloskan siswa ke perguruan tinggi negeri tanpa tes. Selain itu, Jatim juga konsisten meraih prestasi nasional seperti juara LKS, FLS2N, O2SN, hingga Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI).

Tak hanya di dalam negeri, karya siswa SMK Jatim bahkan telah tampil di ajang internasional di Hong Kong, menunjukkan daya saing global pendidikan vokasi daerah.

Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan pemberian penghargaan Jer Basuki Mawa Beya (JBMB) kepada 19 tokoh yang dinilai berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di Jawa Timur.

Di akhir upacara, Khofifah mengajak seluruh insan pendidikan untuk terus memperkuat kolaborasi demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata. “Pendidikan adalah kunci kemajuan bangsa. Dari ruang kelas hari ini akan lahir pemimpin masa depan Indonesia yang tangguh dan berdaya saing global,” pungkasnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News