Surat Bunuh Diri Jeffrey Epstein Ditemukan di Berkas Mantan Teman Satu Sel

New York, Jumat 01 Mei 2026-VNNMedia- Sebuah fakta mengejutkan kembali muncul dalam kasus mendiang Jeffrey Epstein. Sebuah surat wasiat atau catatan bunuh diri yang diduga ditulis oleh terpidana kejahatan seksual tersebut ditemukan terselip di dalam berkas hukum mantan teman satu selnya, Nicholas Tartaglione

Tartaglione, yang merupakan terpidana pembunuh empat orang, mengungkapkan kepada The New York Times bahwa ia menemukan catatan itu pada Juli 2019. Surat tersebut ditulis di atas kertas buku catatan kuning dan disembunyikan di dalam sebuah buku, hanya sekitar dua minggu sebelum Epstein ditemukan tewas bunuh diri di penjara Lower Manhattan

Menurut keterangan Tartaglione dalam sebuah podcast, surat tersebut berisi pesan yang cukup aneh dan provokatif. Epstein dilaporkan menulis bahwa FBI telah menyelidikinya selama berbulan-bulan tanpa menemukan apa pun, diikuti dengan kalimat, “Apa yang kau ingin aku lakukan? Menangis karenanya?”. Catatan itu juga menyertakan gambar wajah tersenyum (smiley face) dan kalimat perpisahan “saatnya mengucapkan selamat tinggal.”

Penemuan ini terjadi setelah insiden pada 23 Juli 2019, di mana Epstein ditemukan meringkuk di lantai sel dengan leher memerah akibat jerat buatan sendiri. Saat itu, Epstein sempat menuduh Tartaglione mencoba membunuhnya, meskipun tuduhan tersebut tidak pernah diulangi dan Tartaglione membantah keras telah melukai Epstein

Ironisnya, dalam evaluasi psikologis keesokan harinya, Epstein sempat menyatakan kepada staf penjara bahwa ia tidak memiliki niat bunuh diri dan merasa “gila” jika harus mengakhiri hidupnya yang ia sebut indah

Kini, The New York Times telah mengajukan petisi kepada hakim federal untuk membuka segel catatan tersebut agar dapat diakses publik. Hakim Distrik AS Kenneth Karas telah memerintahkan pihak-pihak terkait untuk memberikan tanggapan atas permintaan tersebut paling lambat 4 Mei 2026

Meskipun jaksa federal dari Distrik Selatan New York mengaku tidak mengetahui keberadaan surat fisik tersebut, sebuah dokumen kronologi dua halaman dalam arsip Departemen Kehakiman mengonfirmasi adanya referensi mengenai penemuan catatan oleh “NT” (Nicholas Tartaglione) antara tanggal 23 dan 27 Juli 2019

Pengacara Tartaglione sendiri menolak berkomentar lebih lanjut karena berkas kasus kliennya masih bersifat rahasia, seperti dilansir dari abc news

Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News