Jadi Supermarket Bencana Pemkab Jember Mampu Tangani Ratusan Kejadian Alam di Awal 2026

SIDOARJO, 26 April 2026 – VNNMedia – Kabupaten Jember kini tidak lagi sekadar menjadi minimarket bencana, melainkan telah bertransformasi menjadi supermarket bencana. Istilah ini merujuk pada tingginya frekuensi dan beragamnya jenis bencana yang melanda Jember dalam kurun waktu yang singkat.​

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edy Budi Susilo, mengungkapkan data mencengangkan dalam sebuah talkshow kebencanaan yang digelar di Persemaian Permanen Garahan Sidomulyo, Silo, pada Sabtu (25/4/2026) malam.

Sejak 2 Januari 2026 hingga akhir Maret 2026, tercatat sebanyak 276 kejadian bencana telah berhasil ditangani oleh Pemerintah Kabupaten Jember melalui bersama dengan tim gabungan dan para relawan.​Dari total ratusan kejadian tersebut, mayoritas merupakan bencana alam.

“Ada sebanyak 276 bencana, dan sejumlah 243 kejadian yang murni bencana alam. Ini didominasi oleh banjir, tanah longsor, dan angin kencang,” ujar Edy Budi Susilo.​

Edy menjelaskan bahwa puncak musim penghujan di awal tahun ini menjadi pemicu utama. Kombinasi antara hujan deras, petir, dan angin kencang sering kali mengakibatkan pohon tumbang di berbagai titik. Salah satu kejadian yang paling menonjol terjadi di Kecamatan Wuluhan beberapa waktu lalu.​

“Hanya dalam durasi 2 hingga 3 jam hujan disertai angin, di Desa Kesilir dan Desa Tanjungrejo tercatat ada 51 pohon tumbang. Tidak hanya itu, 14 gudang tembakau milik warga roboh tersapu angin, termasuk beberapa rumah penduduk,” tambahnya.​

Atas kerja keras penanganan ini, Kepala BPBD memberikan apresiasi tinggi kepada tim Reaksi Cepat (TRC) serta dukungan penuh dari para relawan seperti Relawan Gumitir, Cak Mat, dan Cak Sul yang selalu sigap melakukan deteksi dini dan laporan cepat di lapangan.

​Menghadapi tantangan cuaca yang ekstrem, di mana Jember kerap berpindah dari bencana hidrometeorologi (banjir/longsor) ke bencana kekeringan, Edy menekankan pentingnya mitigasi mandiri bagi warga Jember.​Untuk memitigasi dampak bencana, terutama kekeringan dan angin kencang di masa depan, berikut adalah langkah-langkah yang seharusnya dilakukan masyarakat.​Pertama, mengenali potensi bencana lokal.

Warga diharapkan mulai proaktif mengenali karakteristik bencana yang sering terjadi di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Pengetahuan tentang titik rawan longsor atau jalur genangan banjir sangat krusial untuk langkah penyelamatan awal.​Kedua, melestarikan lingkungan. Kesadaran untuk menjaga vegetasi dan menanam pohon harus ditingkatkan.

Lingkungan yang asri tidak hanya berfungsi sebagai penahan air untuk mencegah kekeringan, tetapi juga sebagai pemecah angin guna mengurangi dampak angin kencang.Ketiga, masyarakat diminta untuk segera melaporkan setiap potensi ancaman bencana kepada pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan secara instan sebelum dampak meluas.​

Dengan sinergi antara pemerintah, relawan, dan kesadaran masyarakat dalam menjaga alam, diharapkan status supermarket bencana yang disematkan pada Jember dapat diredam dampaknya di masa mendatang.

Telusuri berita lain di Google News VNNMedia