
JAKARTA, 26 APRIL 2026 – VNNMedia – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk terus mempercepat transformasi hijau dengan mengandalkan limbah sebagai sumber energi alternatif serta memperluas reklamasi lahan tambang. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadapi tekanan isu perubahan iklim sekaligus menjaga daya saing bisnis.
Perusahaan semen pelat merah tersebut mengintegrasikan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) dalam operasionalnya. Pendekatan ini dinilai mampu mendorong keseimbangan antara kinerja lingkungan dan pertumbuhan usaha.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni menyebut keberlanjutan kini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas bisnis sekaligus mendorong inovasi.
Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah meningkatkan pemanfaatan bahan bakar alternatif dari limbah industri, biomassa, hingga sampah perkotaan yang diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF). Sepanjang 2025, penggunaan bahan bakar alternatif tercatat naik 24 persen menjadi 681 ribu ton.
Capaian tersebut berdampak pada penurunan konsumsi batu bara hingga 467 ribu ton, sekaligus meningkatkan thermal substitution rate menjadi 9,77 persen.
Selain itu, SIG juga memperluas penggunaan energi bersih melalui pemasangan panel surya di berbagai fasilitas operasional. Teknologi waste heat recovery power generation (WHRPG) turut dimaksimalkan untuk mengubah panas buang menjadi listrik.
Dari sisi lingkungan, upaya tersebut berhasil menekan emisi gas rumah kaca (GRK). Emisi cakupan 1 turun hingga 21 persen dibandingkan baseline 2010, sedangkan emisi cakupan 2 berkurang 15 persen dari baseline 2019.
Di sektor pertambangan, SIG juga mempercepat reklamasi lahan pascatambang. Hingga 2025, total lahan yang telah direhabilitasi mencapai 628 hektare di berbagai wilayah operasional.
Kinerja lingkungan ini mendapat pengakuan melalui enam penghargaan PROPER Hijau 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup. Ke depan, SIG menegaskan komitmennya untuk terus mendorong inovasi ramah lingkungan, efisiensi energi, serta praktik bisnis berkelanjutan guna mendukung pembangunan hijau di Indonesia.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News