Surabaya Terapkan Tiga Skema Pembayaran Parkir Digital, Mulai April 2026

SURABAYA, 13 APRIL 2026 – VNNMedia – Pemerintah Kota Surabaya mempercepat digitalisasi parkir dengan menghadirkan tiga skema pembayaran non-tunai, yakni QRIS, kartu elektronik (e-money), dan voucher parkir, sebagai langkah utama memperbaiki transparansi tata kelola parkir di kota ini.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mengatakan ketiga metode pembayaran tersebut dirancang untuk mempermudah masyarakat sekaligus memperluas akses transaksi parkir yang aman dan akuntabel. Voucher parkir dijadwalkan mulai diedarkan pertengahan April 2026 melalui jaringan ritel modern.

“Transparansi parkir adalah yang diinginkan warga Kota Surabaya, dan itu yang sedang diwujudkan oleh Pemkot Surabaya. Dengan sistem ini, pembayaran parkir menjadi lebih jelas, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Trio, Jumat (10/4/2026).

Hingga 9 April 2026, jumlah juru parkir resmi yang telah bergabung dalam sistem digital mencapai 616 orang, meningkat signifikan dibanding sebelumnya yang hanya sekitar 480 jukir. Penambahan ini seiring dengan perluasan ruas jalan yang telah terintegrasi dalam sistem parkir digital.

Selain memperkenalkan tiga skema pembayaran, Dishub Surabaya juga menertibkan sekitar 600 jukir yang sebelumnya terancam dibekukan izinnya karena belum mendukung digitalisasi.

Dalam dua hari terakhir, sekitar 180 hingga 190 jukir di antaranya telah menyatakan kesediaan beralih ke sistem digital, termasuk membuka rekening Bank Jatim untuk mendukung mekanisme pembayaran.

Dalam skema baru tersebut, seluruh jukir wajib memiliki rekening bank karena setiap transaksi parkir, termasuk dari voucher, akan langsung masuk ke sistem pembagian hasil: 60 persen untuk Pemkot Surabaya dan 40 persen untuk jukir.

Pemkot Surabaya menilai penerapan QRIS, e-money, dan voucher parkir menjadi fondasi penting untuk menutup celah kebocoran pendapatan parkir serta mencegah praktik tarif liar di lapangan. Dengan sistem non-tunai, seluruh transaksi dapat tercatat otomatis dan diawasi secara real time.

Ke depan, seluruh jukir ditargetkan bergabung dalam sistem digital agar pengelolaan parkir di Surabaya semakin tertib, modern, dan transparan.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News