Investasi Rp5,4 Triliun Masuk Jatim, Pabrik Kimia Baru Perkuat Hilirisasi Industri

GRESIK, 9 APRIL 2026 – VNNMedia – Investasi besar di sektor industri kimia kembali masuk ke Jawa Timur. Pembangunan pabrik milik PT Geabh Joint Technology di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat hilirisasi dan daya saing industri nasional.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengatakan proyek ini bukan sekadar pembangunan fasilitas industri, tetapi bagian dari penguatan ekosistem industri kimia yang terintegrasi dan bernilai tambah tinggi.

“Ini menjadi penanda penguatan industri kimia yang lebih efisien, terintegrasi, dan berdaya saing,” ujarnya usai menghadiri groundbreaking, Rabu (8/4/2026).

Proyek bertajuk Phase I of the 120,000 TPA Melamine Industrial Chain Project ini memiliki nilai investasi sekitar USD 600 juta atau setara Rp5,4 triliun. Pabrik ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal II tahun 2027.

Pada tahap awal, kapasitas produksi meliputi 800 ton per hari amonia, 200 ton per hari melamin, serta 1.500 ton per hari urea. Produk-produk tersebut merupakan bahan baku penting bagi berbagai sektor industri.

Investasi ini juga melibatkan kolaborasi global dengan komposisi 80% Sichuan Golden Elephant, 10% AICA Asia Pacific, dan 10% Aaronstone Chemtech. Emil menilai hal ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor internasional terhadap iklim investasi di Jawa Timur.

Keunggulan lain proyek ini adalah lokasinya yang berada di kawasan industri terintegrasi dengan pelabuhan, sehingga memberikan efisiensi logistik sekaligus memperkuat rantai pasok nasional dan global.

Dari sisi teknologi, pabrik ini akan menggunakan proses generasi terbaru yang hemat energi, memenuhi standar keselamatan, serta mendukung prinsip industri hijau. Bahkan, pengembangan ke depan berpotensi mencakup produksi bahan baterai lithium hingga Sustainable Aviation Fuel (SAF).

Selain memperkuat sektor industri, proyek ini diproyeksikan membuka sekitar 1.000 lapangan kerja baru serta memberikan efek berganda bagi perekonomian lokal, khususnya di Gresik dan sekitarnya.
Emil juga menegaskan bahwa kinerja ekonomi Jawa Timur tetap solid.

Pada 2025, ekonomi provinsi ini tumbuh 5,33%, lebih tinggi dari rata-rata nasional, dengan sektor industri pengolahan sebagai kontributor utama sebesar 31,64% terhadap PDRB.

Sementara itu, realisasi investasi Jawa Timur mencapai Rp145,1 triliun, mengukuhkan posisi provinsi ini sebagai salah satu tujuan utama investasi di Indonesia.

Dengan masuknya investasi ini, Jawa Timur semakin optimistis memperkuat posisinya sebagai pusat industri kimia terintegrasi sekaligus pemain penting dalam rantai pasok global.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News