
SURABAYA, 9 APRIL 2026 – VNNmedia – Kinerja ekspor Industri Kecil Menengah (IKM) Kota Surabaya menunjukkan lonjakan signifikan di pasar global. Nilai ekspor produk lokal tercatat mencapai USD 2,73 juta, jauh melampaui target awal sebesar USD 1 juta.
Pelepasan ekspor tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Eri Cahyadi dalam ajang Surabaya Industrial & Labour Festival 2026 di Grand City Convention Hall, Rabu (8/4/2026). Produk IKM Surabaya dikirim ke enam negara tujuan, yakni Pakistan, Oman, Amerika Serikat, Hong Kong, Singapura, dan Brunei Darussalam.
Eri Cahyadi menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bukti kuat daya saing produk lokal di pasar internasional. Nilai ekspor yang menembus USD 2,7 juta dinilai mencerminkan pertumbuhan industri yang semakin solid.
“Ini membuktikan industri di Surabaya bergerak dan mampu melampaui target yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Sebelum pengiriman, pelaku usaha juga menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan pembeli dari luar negeri. Produk yang diekspor beragam, mulai dari furnitur, dekorasi rumah, fashion, alas kaki, hingga makanan olahan seperti rendang.
Keberhasilan ini disebut tidak lepas dari program pendampingan intensif yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya. Dari sekitar 80 pelaku usaha yang mengikuti pembinaan, sebanyak 36 IKM dinyatakan siap ekspor setelah melalui proses kurasi dan pelatihan.
Pemkot juga menggandeng Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melalui Export Center Surabaya untuk memberikan coaching clinic dan mempertemukan pelaku usaha dengan buyer global.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Surabaya, Hebi Djuniantoro, menyebut seluruh buyer, baik yang hadir langsung maupun daring, melakukan transaksi pembelian.
“Total nilai transaksi dalam LoI mencapai USD 2,7 juta, ini hasil yang sangat positif,” jelasnya.
Selain mendorong ekspor, program ini juga diharapkan berdampak pada peningkatan penyerapan tenaga kerja seiring naiknya kapasitas usaha para pelaku IKM.
Ke depan, Pemkot Surabaya akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kadin dan pelaku industri, agar lebih banyak UMKM naik kelas dan menembus pasar global.
Dengan capaian ini, Surabaya semakin menegaskan posisinya bukan hanya sebagai kota jasa, tetapi juga pusat industri kreatif yang kompetitif di kancah internasional.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News