Lebaran 2026 Dorong Lonjakan Konsumsi Energi, Pertamina Pastikan Pasokan Tetap Aman di Jatim

SURABAYA, 7 APRIL 2026 – VNNMedia – Momentum Lebaran 2026 terbukti menjadi pendorong signifikan konsumsi energi di Jawa Timur. Pertamina Patra Niaga mencatat kenaikan tajam penggunaan BBM, LPG, hingga avtur selama periode Ramadan dan Idulfitri, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas transportasi.

Melalui Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) yang telah berakhir awal April, Pertamina memastikan distribusi energi tetap stabil tanpa gangguan berarti, baik saat arus mudik maupun arus balik.

Executive General Manager Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, mengungkapkan konsumsi gasoline mengalami lonjakan hingga 19% dibandingkan kondisi normal. Sementara LPG naik 6,2% dan avtur meningkat 13%, mencerminkan tingginya aktivitas perjalanan darat dan udara selama libur panjang.

Di sisi lain, konsumsi gasoil justru turun akibat melambatnya kegiatan industri selama periode cuti bersama. “Peningkatan konsumsi ini sudah kami antisipasi melalui penguatan distribusi dan penambahan stok di sejumlah titik strategis,” ujar Yudha.

Data Polda Jawa Timur menunjukkan kondisi lalu lintas selama Lebaran relatif lancar dengan angka kecelakaan yang menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Kelancaran ini tak lepas dari dukungan infrastruktur energi dan fasilitas penunjang di jalur mudik.

Selama masa Satgas, Pertamina menjaga ketahanan stok energi di kisaran 8 hingga 15 hari, sekaligus mengoperasikan infrastruktur distribusi secara maksimal, mulai dari terminal BBM, jaringan SPBU, hingga terminal avtur.

Selain itu, perusahaan juga menghadirkan layanan tambahan bagi pemudik melalui Serambi MyPertamina di sejumlah titik, termasuk di rest area tol dan Bandara Juanda. Fasilitas ini menyediakan layanan gratis seperti area istirahat, layanan kesehatan ringan, hingga ruang bermain anak.

Area Manager Communication, Relations & CSR, Ahad Rahedi, menyatakan bahwa pengalaman selama Satgas RAFI 2026 akan menjadi acuan untuk memperkuat sistem distribusi energi nasional.

“Ke depan, kami fokus meningkatkan keandalan pasokan, terutama di wilayah dengan lonjakan konsumsi tinggi,” ujarnya.

Lonjakan konsumsi energi saat Lebaran ini menegaskan peran vital sektor energi dalam menjaga kelancaran aktivitas masyarakat sekaligus menopang pergerakan ekonomi regional.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News