
SURABAYA, 6 APRIL 2026 – VNNMedia – Industri percetakan dan kemasan nasional tengah menghadapi tekanan serius yang mengancam keberlanjutan usaha. Lonjakan harga bahan baku, ketidakpastian pasokan, hingga derasnya arus impor murah membuat pelaku industri berada dalam posisi rentan.
Ketua PITTSINDO (Perhimpunan Industri Tinta Cetak Seluruh Indonesia), Daniel Kenny, menyebut dalam dua tahun terakhir harga bahan baku utama melonjak drastis hingga 200 persen. Kondisi ini diperparah oleh fluktuasi nilai tukar serta gangguan rantai pasok global yang membuat harga material seperti resin dan film semakin tidak stabil.
Di saat yang sama, pasar domestik dibanjiri produk impor—terutama dari China—yang dijual dengan harga jauh lebih rendah. Ketimpangan ini dinilai menciptakan persaingan yang tidak sehat karena produk lokal harus menanggung beban biaya produksi tinggi sekaligus memenuhi berbagai regulasi yang lebih ketat.
“Industri saat ini dalam kondisi waswas. Hari ini bisa produksi, besok belum tentu karena bahan baku tidak pasti,” ujar Daniel di Surabaya, Senin (6/4/2026).
Tekanan tersebut tidak hanya dirasakan di sektor hulu, tetapi juga merambat ke industri hilir. Sektor makanan dan minuman sebagai pengguna utama kemasan turut terdampak. Melemahnya daya beli masyarakat serta gangguan pasokan bahan baku industri membuat permintaan kemasan ikut menurun.
Kondisi ini memunculkan efek berantai terhadap distribusi produk. Ketika pasokan kemasan terganggu, proses produksi hingga distribusi barang ke konsumen juga berpotensi tersendat, sehingga berdampak langsung pada aktivitas ekonomi.
Pelaku industri pun mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret, terutama dalam pengendalian impor dan stabilisasi pasokan bahan baku. Tanpa intervensi kebijakan, daya saing industri dalam negeri dikhawatirkan terus tergerus di pasar domestik.
Di tengah tekanan tersebut, upaya efisiensi dan kolaborasi menjadi salah satu strategi bertahan. PT Pelita Promo Internusa menghadirkan Roadshow Global Printing & Packaging Expo (GPPE) 2026 di Surabaya sebagai ruang temu antara pelaku industri dengan penyedia teknologi dan bahan baku.
Direktur PPI, Sofianto Widjaja, menyebut forum ini bertujuan mempercepat akses solusi produksi dan membuka peluang efisiensi rantai pasok di tingkat regional.
Roadshow ini menjadi bagian dari rangkaian menuju pameran utama GPPE & Label & Carton Box Expo 2026 yang akan digelar pada 6–9 Mei 2026 di Nusantara International Convention Exhibition. Pameran tersebut akan menghadirkan inovasi teknologi, material, serta solusi berkelanjutan untuk mendorong transformasi industri percetakan dan kemasan di Indonesia.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News