Jatim Percepat Digitalisasi Daerah Lewat TP2DD 2026, Targetkan PAD dan Ekonomi Inklusif

SURABAYA, 30 MARET 2026 – VNNMedia – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mempercepat transformasi digital daerah melalui penyelenggaraan High Level Meeting persiapan Championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) 2026 yang digelar di Surabaya, Senin (30/3/2026).

Forum strategis ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Jawa Timur. Melalui optimalisasi TP2DD, pemerintah daerah menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak selaku Ketua TP2DD Provinsi Jawa Timur bersama kepala daerah dari 13 kabupaten/kota, termasuk Surabaya, Mojokerto, Sidoarjo, hingga Sumenep.

Emil menegaskan, kinerja ekonomi Jawa Timur terus menunjukkan tren positif dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

“Pada 2025, Jawa Timur menjadi penyumbang ekonomi terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi 25,29 persen, atau setara 14,40 persen terhadap perekonomian nasional. Ini membuktikan bahwa digitalisasi daerah melalui TP2DD harus terus diperkuat,” ujarnya.

Ia menambahkan, digitalisasi bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi merupakan strategi utama untuk meningkatkan kualitas layanan publik, transparansi pengelolaan keuangan daerah, serta memperluas akses layanan digital bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, memaparkan penguatan infrastruktur digital melalui program Jatim Infinity. Program ini difokuskan untuk mengatasi kesenjangan akses internet, terutama di wilayah blank spot.

Di sisi lain, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam memperkuat regulasi serta layanan digital.

“Sinergi menjadi kunci agar implementasi TP2DD di seluruh wilayah Jawa Timur dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemprov Jatim optimistis digitalisasi daerah akan semakin cepat, efisien, dan mampu meningkatkan daya saing ekonomi regional di tingkat nasional.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News