
Semarang, 27 Maret 2026, VNNMedia – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. resmi menutup Operasi Ketupat 2026 di Alun-alun Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (25/3/2026) malam.
Meski demikian, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri tetap melanjutkan pengamanan melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) guna mengantisipasi potensi gelombang kedua puncak arus balik.
“Operasi Ketupat sudah ditutup, namun kegiatan rutin yang ditingkatkan tetap berjalan. Anggota masih berada di lapangan untuk mengantisipasi arus balik, termasuk arus balik kedua,” kata Kakorlantas.
Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat, Polri membagi pengamanan ke dalam lima klaster utama, yaitu jalan arteri, jalan tol, pelabuhan penyeberangan, tempat ibadah, dan lokasi wisata.
Hingga saat ini, arus lalu lintas di sejumlah wilayah aglomerasi seperti Bandung, Bali, dan Malang Raya masih terpantau padat akibat aktivitas silaturahmi masyarakat.
“Operasi Ketupat sendiri memiliki lima klaster pengamanan. Pertama adalah jalan arteri, yang hingga saat ini masih cukup padat di wilayah aglomerasi seperti Bandung, Bali, dan Malang Raya, karena masih banyak masyarakat melakukan silaturahmi lokal,” tutur dia.
Berbagai strategi rekayasa lalu lintas diterapkan untuk mengurai kepadatan, mulai dari one way nasional hingga one way lokal presisi. Selain itu, contraflow diperluas secara bertahap hingga beberapa lajur di ruas Tol Trans Jawa.
“Dengan manajemen rekayasa lalu lintas yang terukur, arus mudik dan arus balik dapat dikelola dengan baik meskipun volumenya tinggi,” jelasnya.
Dari sisi keselamatan, capaian positif juga tercatat selama operasi berlangsung. Angka fatalitas korban kecelakaan menurun hingga 30,89 persen, sementara jumlah kejadian kecelakaan turun 5,75 persen.
Irjen Pol. Agus mengapresiasi kolaborasi seluruh stakeholder, termasuk kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan mudik tahun ini merupakan hasil kerja bersama.
“Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan. Negara hadir untuk memastikan perjalanan mudik dan balik berjalan aman, nyaman, dan penuh makna,” tandasnya.
Korlantas Sebut Puncak Arus Balik akan Terjadi hingga 29 Maret 2026
Disamping itu, Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, mengungkap masih ada 42% kendaraan yang belum kembali ke Jakarta. Sisa kendaraan pemudik itu bakal secara bertahan kembali ke Jakarta hingga Sabtu (29/3/2026).
“Maka dari itu kalau kita lihat dari proyeksinya, masih 42% yang belum masuk ke Jakarta. Ini masih kita kelola,” ujar Irjen Pol. Agus, Kamis (26/3/2026).
Ia menambahkan, pihaknya bakal memastikan akan terus mengawal keamanan dan kelancaran arus balik Lebaran 2026 sampai selesai meski operasi ketupat telah rampung. Bahkan, setiap personel yang dikerahkan bakal mengamankan pemudik hingga puncak arus balik kedua tersebut.
“Saat ini masih aglomerasi kegiatan di kampung halaman yang dimungkinkan nanti pada tanggal 29 itu ada puncak balik yang kedua. Ini kita udah siap,” jelasnya.
Irjen Pol. Agus mengemukakan, untuk menghadapi puncak arus balik kedua itu maka pihaknya sudah menyiapkan pengaturan lalu lintas baik itu contra flow dan one way. Namun, penerapan kebijakan lalu lintas itu bakal berlaku secara situasional atau bergantung pada kondisi di lapangan.
“One way sepenggal maupun one way nasional itu tentunya kami sudah mempersiapkan emergency,” pungkasnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News