
SURABAYA, 19 MARET 2026 – VNNMedia – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi aman menjelang arus mudik Idulfitri 2026.
Kepala Dinas ESDM Jatim Aris Mukiyono menyebutkan, secara nasional kebutuhan BBM mencapai sekitar 1,5 juta barel per hari, dengan satu barel setara 159 liter. “Secara nasional kebutuhan BBM sekitar 1,5 juta barel per hari,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Untuk wilayah Jawa Timur, kebutuhan BBM harian telah dihitung berdasarkan koordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga. Aris merinci, kebutuhan Pertalite mencapai 10.918 kiloliter per hari, Pertamax 2.179 kiloliter per hari, Pertamax Turbo 92 kiloliter per hari, solar 6.826 kiloliter per hari, Dexlite 111 kiloliter per hari, serta Pertamina Dex sebesar 129 kiloliter per hari.
Aris menjelaskan, ketahanan stok BBM di Jatim selama periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) berada dalam level aman. Berdasarkan data Pertamina, ketahanan stok bervariasi, mulai dari 8 hingga 16 hari tergantung jenis BBM, bahkan untuk Pertamina Dex dan LPG bisa mencapai sekitar 15 hari.
Namun, ia menegaskan bahwa angka tersebut merupakan cakupan distribusi, bukan berarti stok akan habis setelah periode tersebut.
“Itu adalah coverage karena pengisian dilakukan secara real time, sehingga pasokan terus berjalan,” jelasnya.
Menurut Aris, salah satu indikator ketersediaan BBM adalah kondisi di lapangan, terutama di SPBU. Hingga saat ini, tidak ditemukan antrean panjang yang menandakan kelangkaan.
Dari hasil pemantauan, termasuk di wilayah Situbondo, distribusi BBM berjalan lancar tanpa hambatan berarti. “Kalau stok kurang pasti ada antrean panjang, tapi sampai sekarang tidak ada. Artinya distribusi berjalan baik dan stok tercukupi,” tegasnya.
Pemprov Jatim memastikan pasokan BBM akan terus dijaga melalui distribusi berkelanjutan, baik dari produksi dalam negeri maupun impor. Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM selama mudik Lebaran 2026.
“Secara data dan kondisi di lapangan, BBM di Jawa Timur sangat aman untuk menghadapi Ramadan dan Idulfitri,” pungkas Aris.
Baca Berita MEnarik Lainnya di Google News