Uni Eropa Pilih Perluas Misi “Apsides” ke Selat Hormuz Dibanding Bantu Trump

Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Kaja Kallas

Brussel, Selasa 17 Maret 2026-VNNMedia- Uni Eropa (UE) memutuskan memperluas misi angkatan laut “Apsides” ke Selat Hormuz dibanding mengiyakan permintaan Presiden AS Donald Trump untuk mengerahkan kapal perangnya dalam membuka blokade Iran di selat tersebut

Melansir Antara, pengumuman tersebut diungkap Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Kaja Kallas usai pertemuan para menteri luar negeri yang membahas berbagai opsi untuk meningkatkan perlindungan pelayaran di kawasan tersebut, yang berfokus pada deeskalsi serta kebebasan navigasi

“Kami sedang mengupayakan solusi diplomatik untuk Selat Hormuz. Ini bukan perang Eropa,” tegas Kallas

Diketahui pada Sabtu lalu, Trump secara khusus meminta bantuan China, Jepang, Korea Selatan, dan beberapa negara lainnya untuk mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz, termasuk sekutunya di NATO seperti Inggris dan Prancis

baca juga: Sekutu AS Enggan Kirim Kapal ke Selat Hormuz, Trump: Kami Tidak Butuh Mereka

Namun nampaknya upaya AS tersebut tidak terlalu disambut baik oleh sejumlah negara dan anggota NATO, seperti Jerman dan Yunani

Misi “Apsides”: dari Laut Merah Hingga Selat Hormuz

Misi Angkatan Laut Aspides atau EUNAVFOR Aspides merupakan operasi keamanan maritim bentukan Uni Eropa yang bertujuan melindungi kapal komersial di Laut Merah dan sekitarnya dari ancaman serangan

Nama Aspides diambil dari istilah Yunani yang berarti perisai, selaras dengan prinsip operasinya yang bersifat murni defensif atau hanya memberikan perlindungan tanpa melakukan serangan ke daratan.

Mandat operasi ini difokuskan pada pengawalan kapal dagang dan pencegatan proyektil seperti rudal atau drone yang mengarah ke jalur pelayaran internasional

Wilayah operasionalnya mencakup area luas mulai dari Laut Merah, Teluk Aden, Laut Arab, Teluk Oman, hingga Teluk Persia. Markas besar operasional misi ini berada di Larissa, Yunani

Hingga Maret 2026, Uni Eropa telah menyepakati perpanjangan masa tugas misi ini sampai 28 Februari 2027. Selain menjaga stabilitas di Laut Merah, terdapat wacana untuk memperluas jangkauan pemantauan hingga ke wilayah Selat Hormuz sebagai respons terhadap ketegangan regional yang melibatkan Iran

Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran rantai pasok global dan menekan kenaikan biaya logistik akibat gangguan di jalur laut

Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News