
Tokyo, Selasa 17 Maret 2026-VNNMedia- Pemerintah Jepang mulai melepaskan cadangan minyak dari sektor swasta pada Senin (16/3) guna menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas konflik Iran yang mulai mengganggu lalu lintas kapal tanker dari Timur Tengah, wilayah yang selama ini menjadi pemasok utama kebutuhan minyak mentah bagi Jepang
Volume bahan bakar yang dilepaskan ke pasar kali ini setara dengan kebutuhan konsumsi nasional selama 15 hari. Saat ini, perusahaan-perusahaan minyak di Jepang tercatat memiliki cadangan yang mampu mencukupi kebutuhan selama 70 hari. Selain cadangan swasta, pemerintah Jepang juga memiliki cadangan terpisah dan berencana melepaskan pasokan tambahan untuk durasi satu bulan pada Maret ini
Langkah ini dilakukan secara terkoordinasi dengan Badan Energi Internasional (IEA). Pekan lalu, negara-negara anggota IEA telah menyepakati pelepasan total 410 juta barel minyak dari cadangan mereka, yang menjadi angka rekor tertinggi dalam sejarah organisasi tersebut
Berdasarkan data IEA per Minggu (15/3), wilayah Asia Oseania akan berkontribusi melepas 108,6 juta barel, disusul Amerika Serikat sebanyak 195,8 juta barel, dan Eropa sebesar 107,5 juta barel
Pasokan besar tersebut diperkirakan akan tersedia secara bertahap mulai akhir Maret, dengan rincian 72 persen berupa minyak mentah dan sisanya berupa produk olahan minyak. Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, menyatakan bahwa masuknya volume minyak tambahan ke pasar mulai 16 Maret merupakan upaya luar biasa untuk menstabilkan harga global
Namun, ia juga menekankan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz tetap menjadi faktor paling krusial bagi pemulihan stabilitas pasokan minyak dunia
sumber: NHK News
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News