
TOKYO, 17 MARET 2026 – VNNMedia – Pemerintah Indonesia mempercepat realisasi investasi raksasa pada proyek gas Proyek Abadi Masela yang berlokasi di Laut Arafura. Proyek bernilai sekitar USD20 miliar atau setara Rp339 triliun tersebut didorong agar segera memasuki tahap keputusan investasi akhir setelah puluhan tahun tertunda.
Langkah percepatan ini ditegaskan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dalam pertemuan dengan CEO INPEX Corporation, Takayuki Ueda, di Tokyo, Jepang, Minggu (15/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah meminta agar proyek gas raksasa itu tidak lagi mengalami penundaan dan segera memasuki tahap pengambilan keputusan investasi serta pembangunan. “Proyek ini sudah 27 tahun berjalan. Kami ingin prosesnya dipercepat agar tidak terus berlarut-larut,” kata Bahlil Lahadalia.
Menurutnya, proyek tersebut memiliki peran strategis tidak hanya sebagai sumber pasokan gas bagi industri nasional, tetapi juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Indonesia Timur.
Saat ini, progres pembangunan proyek tersebut disebut telah mencapai sekitar 25 persen. Pemerintah pun mendorong agar tahap Front End Engineering and Design (FEED) dapat dimulai pada kuartal II 2026 atau paling lambat kuartal III tahun ini.
Dengan dimulainya tahap FEED, proses tender untuk proyek konstruksi melalui skema Engineering Procurement Construction (EPC) diharapkan bisa berjalan paralel sehingga mempercepat realisasi proyek.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan strategi untuk memastikan kepastian pembeli gas dari Lapangan Abadi Masela yang diproyeksikan memiliki kapasitas produksi sekitar 9 juta ton LNG per tahun.
Bahlil Lahadalia bahkan menawarkan opsi agar perusahaan investasi negara Danantara dapat menyerap produksi gas tersebut apabila hingga akhir April 2026 belum terdapat pembeli dari luar negeri.
“Jika belum ada pembeli yang serius, maka negara harus hadir. Kita bisa membeli untuk kebutuhan dalam negeri, termasuk untuk program hilirisasi,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda menyatakan pihaknya berkomitmen mempercepat realisasi proyek Masela yang telah lama dikembangkan.
Ia menyebut perusahaan telah menggarap proyek tersebut selama lebih dari satu dekade dan siap bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk mempercepat tahap pembangunan.
Di sisi administratif, proyek ini juga mencatat sejumlah kemajuan penting pada awal 2026. Dokumen persetujuan lingkungan berupa Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) telah diterbitkan pada 13 Februari 2026.
Selain itu, izin pelepasan kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia juga telah diterbitkan pada Januari 2026.
Pemerintah menilai penyelesaian berbagai perizinan tersebut menunjukkan dukungan lintas kementerian dalam mengawal investasi energi strategis ini.
Dengan percepatan birokrasi serta dukungan investasi besar, pemerintah optimistis Proyek Abadi Masela dapat menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam industri energi di kawasan.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News