Paus Leo XIV Tuntut Gencatan Senjata di Iran dan Lebanon

Roma, Senin 16 Maret 2026-VNNMedia- Paus Leo XIV mengeluarkan tuntutan gencatan senjata di Timur Tengah pada hari Minggu, dalam pernyataan yang dinilai paling tegas hingga saat ini

Dalam pesan yang ditujukan langsung kepada para pemimpin yang terlibat dalam perang di Iran, pemimpin umat Katolik dunia tersebut mendesak penghentian kekerasan demi kemasyarakatan.

Atas nama umat Kristen di Timur Tengah dan semua orang yang berkehendak baik, Paus memohon kepada mereka yang bertanggung jawab atas konflik ini untuk segera menghentikan tembak-menembak. Ia menegaskan bahwa kekerasan tidak akan pernah membawa keadilan, stabilitas, maupun perdamaian yang dinantikan oleh rakyat, dan menuntut agar jalan dialog segera dibuka kembali

Meskipun tidak menyebut Amerika Serikat atau Israel secara langsung, Paus pertama asal Amerika Serikat dalam sejarah ini menyoroti serangan terhadap sebuah sekolah dasar di Iran yang menewaskan lebih dari 165 orang, mayoritas anak-anak

Insiden tragis tersebut sebelumnya telah menjadi sorotan utama surat kabar resmi Vatikan, L’Osservatore Romano, yang menampilkan foto udara kuburan massal para korban dengan judul Wajah Perang. Pejabat Amerika Serikat sendiri menyatakan bahwa serangan tersebut kemungkinan terjadi akibat data intelijen yang sudah usang dan penyelidikan saat ini masih berlangsung.

Paus menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan yang menghantam sekolah, rumah sakit, dan pusat pemukiman. Ia juga menaruh perhatian khusus pada situasi di Lebanon, di mana krisis kemanusiaan mulai mengancam. Kondisi komunitas Kristen di Lebanon selatan menjadi kekhawatiran khusus bagi Vatikan, mengingat wilayah tersebut merupakan benteng bagi umat Kristen di kawasan tersebut.

Selama dua minggu pertama perang, Paus cenderung membatasi komentarnya pada seruan diplomatik yang lembut guna menjaga netralitas tradisi Vatikan dan menghindari gesekan politik dengan Presiden Donald Trump

Namun, beberapa petinggi gereja lainnya di Amerika Serikat bersikap lebih vokal. Kardinal Robert McElroy dari Washington menyebut perang ini secara moral tidak dapat dibenarkan, sementara Kardinal Blase Cupich dari Chicago mengkritik penggunaan visual serupa permainan video oleh Gedung Putih dalam komunikasi media sosial mengenai perang tersebut

Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, juga secara tegas menolak klaim Washington mengenai konsep perang preventif. Kendati demikian, Parolin menegaskan bahwa Takhta Suci akan terus membuka pintu dialog dengan semua pihak, termasuk Amerika Serikat dan Israel, guna mencari solusi perdamaian bagi konflik yang sedang berlangsung

sumber: abc news

Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News