
SURABAYA, 15 MARET 2026 – VNNMedia – Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, Perum Bulog Jawa Timur mencatat serapan gabah kering panen (GKP) mencapai 588.000 ton atau setara sekitar 300.000 ton beras. Angka ini menjadi yang tertinggi secara nasional dengan kontribusi sekitar 32 persen dari total serapan nasional.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur Langgeng Wisnu Adinugroho mengatakan capaian tersebut merupakan bagian dari total serapan nasional yang mencapai 1,818 juta ton GKP atau setara sekitar 950.000 ton beras hingga pertengahan Maret 2026.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dinas pertanian melalui penyuluh lapangan, TNI melalui Babinsa, hingga Polri melalui Babinkamtibmas serta mitra penggilingan dan Tim Jemput Pangan (TJP) Bulog.
Langgeng menjelaskan, Tim Jemput Pangan Bulog di seluruh wilayah Jawa Timur siap melakukan pembelian langsung gabah petani di lapangan. Pembelian dilakukan dengan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram untuk gabah kering panen yang sudah dipanen dan dikemas di pinggir jalan.
Ia juga mengimbau petani yang tengah memasuki masa panen untuk menghubungi Tim Jemput Pangan Bulog di daerah masing-masing. Petani juga dapat berkoordinasi melalui Babinsa maupun penyuluh pertanian di desa.
“Bulog saat ini membeli langsung gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram. Tim Jemput Pangan siap turun ke lapangan untuk melakukan pembelian,” ujar Langgeng, Jumat (13/3/2026).
Untuk meningkatkan keamanan transaksi menjelang Lebaran, Bulog juga mendorong petani menggunakan sistem pembayaran non-tunai atau transfer langsung ke rekening petani guna menghindari risiko peredaran uang palsu.
Selain komoditas gabah dan beras, Bulog Jatim juga mencatat serapan jagung pipil kering (JPK) mencapai 40.796 ton atau sekitar 40 persen dari target 100.000 ton hingga akhir tahun. Harga pembelian jagung oleh Bulog ditetapkan Rp6.400 per kilogram dengan kadar air maksimal 14 persen di gudang Bulog.
Program serapan jagung ini mendapat dukungan dari Kepolisian Daerah Jawa Timur, termasuk pemanfaatan gudang milik Polri untuk penyimpanan jagung di Desa Pacing, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.
Jagung yang diserap tersebut akan digunakan untuk program stabilisasi harga pakan ternak melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung, yang bertujuan menjaga harga jagung pakan agar tetap stabil di tingkat peternak.
Di sisi lain, Bulog juga memastikan kondisi harga pangan pokok selama Ramadan relatif stabil, terutama untuk komoditas beras dan minyak goreng. Stabilitas ini didukung kerja sama berbagai pihak, termasuk Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, pemerintah daerah, serta aparat keamanan.
Sejak Januari 2026, Bulog Jawa Timur telah menyalurkan program SPHP beras sebanyak 42.000 ton serta distribusi minyak goreng “Minyak Kita” sekitar 9 juta liter melalui berbagai saluran distribusi seperti gerakan pangan murah, pasar tradisional, hingga jaringan Rumah Pangan Kita (RPK).
Langgeng memastikan stok pangan menjelang Lebaran tetap aman. Saat ini, cadangan beras Bulog di Jawa Timur mencapai sekitar 1 juta ton, sementara stok minyak goreng “Minyak Kita” sekitar 2,1 juta liter.
“Kami memastikan stok beras dan minyak goreng aman untuk menghadapi kebutuhan masyarakat selama Lebaran,” ujarnya.
Baca Berita Menarik LAinnya di Google News