
Michigan, Kamis 12 Maret 2026-VNNMedia- Perusahaan teknologi medis global, Stryker, secara resmi mengumumkan pada hari Rabu bahwa mereka telah menjadi korban serangan siber yang berdampak pada jaringan global mereka
Perusahaan yang berbasis di Kalamazoo, Michigan ini mengonfirmasi adanya gangguan pada lingkungan sistem Microsoft mereka, namun menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada indikasi penggunaan ransomware atau malware
Dalam pernyataan resminya, Stryker menegaskan bahwa insiden tersebut telah terkendali dan langkah-langkah keberlanjutan telah diterapkan guna memastikan dukungan terhadap pelanggan serta mitra tetap berjalan meski investigasi internal mengenai dampak serangan masih terus dilakukan secara intensif
Di sisi lain, sebuah kelompok peretas pro-Iran yang menamakan diri mereka “Handala” muncul di platform X untuk mengklaim tanggung jawab atas peretasan tersebut. Kelompok ini mengeklaim telah melumpuhkan lebih dari 200.000 sistem, server, dan perangkat seluler, serta berhasil mengekstraksi data penting sebesar 50 terabyte
Handala menyatakan bahwa serangan siber ini dilakukan sebagai bentuk pembalasan atas perang yang sedang berlangsung di wilayah mereka, khususnya merujuk pada serangan mematikan terhadap sebuah sekolah dasar putri di Minab, Iran, pada 28 Februari lalu yang menewaskan 168 orang
Serangan fisik tersebut menghancurkan bangunan sekolah yang berada di dekat fasilitas Korps Garda Revolusi Islam Iran, dan meskipun pelakunya belum dikonfirmasi secara resmi, keterlibatan militer AS di area tersebut tengah menjadi sorotan
Klaim dari kelompok Handala ini menempatkan Stryker di tengah pusaran konflik geopolitik yang memanas. Para peretas menegaskan bahwa aksi mereka adalah respons langsung terhadap serangan brutal di Minab serta serangan siber berkelanjutan yang menargetkan infrastruktur Iran
Hingga saat ini, para pejabat Amerika Serikat belum memberikan komentar langsung terkait klaim peretasan maupun detail teknis yang disampaikan oleh kelompok tersebut
Sementara investigasi atas serangan fisik di Iran masih berlangsung, Stryker kini harus berfokus penuh pada pemulihan jaringan global mereka dan memvalidasi kebenaran dari klaim pencurian data masif yang dituduhkan oleh kelompok peretas tersebut
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News