Tren Marketing 2026: Brand Activation dan AI Kian Dominan

SURABAYA, 12 MARET 2026 – VNNMedia – Industri periklanan di Indonesia memasuki babak baru pada 2026. Strategi pemasaran yang selama ini bertumpu pada iklan konvensional mulai bergeser menuju pendekatan yang lebih interaktif melalui digitalisasi, brand activation, serta pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Perubahan tersebut terlihat dari pergeseran belanja iklan perusahaan yang kini semakin banyak dialokasikan ke platform digital dan aktivitas pemasaran yang mendorong keterlibatan langsung dengan konsumen.

CEO INCREA Media Marketing Agency, Nanda Rizky Amelia, mengungkapkan bahwa hampir 40 persen anggaran iklan kini beralih dari media konvensional ke kanal digital dan program brand activation yang lebih menekankan interaksi dengan audiens.

“Hampir 40 persen terjadi pergeseran dari media konvensional ke digital dan aktivitas pemasaran yang lebih engage dengan konsumen,” ujarnya di Surabaya.

Menurut Nanda, tren digitalisasi sebenarnya telah mulai berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Namun pada 2026, banyak brand mulai semakin serius mengadopsi strategi pemasaran yang lebih personal dan relevan dengan perilaku konsumen.

Pendekatan brand activation dinilai lebih efektif karena tidak hanya menyampaikan pesan promosi, tetapi juga menghadirkan pengalaman langsung yang mampu membangun hubungan emosional antara brand dan pelanggan, khususnya di kalangan generasi muda.

Menariknya, di tengah dominasi strategi digital, aktivitas pemasaran secara luring justru kembali meningkat setelah pandemi COVID-19 mereda. Berbagai kegiatan seperti konser, festival komunitas, hingga acara berbasis fandom kembali diminati masyarakat.

Nanda menilai kawasan Asia Tenggara memiliki basis komunitas penggemar yang besar dan loyal, sehingga pendekatan berbasis komunitas menjadi peluang besar bagi brand untuk memperkuat hubungan jangka panjang dengan konsumen.

“Pendekatan melalui komunitas penggemar terbukti efektif untuk menciptakan kedekatan yang lebih kuat antara brand dan audiens,” katanya.

Didirikan pada 2018, INCREA kini berkembang sebagai agensi pemasaran terpadu yang menekankan service excellence. Setiap strategi pemasaran yang dirancang perusahaan disesuaikan dengan target Key Performance Indicator (KPI) dari klien, baik untuk pasar domestik maupun internasional.

Transformasi industri periklanan ini juga membuka peluang ekspansi global bagi agensi pemasaran Indonesia. Nanda menyebut permintaan layanan dari klien kini tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dari berbagai negara di Asia.

Sejak 2024, INCREA bahkan memperluas perannya di tingkat regional dengan menjadi agensi resmi untuk platform webtoon di Asia Timur.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News