
SURABAYA, 11 MARET 2026 – VNNMedia – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat sinergi lintas sektor untuk meningkatkan capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 2026. Program ini ditargetkan mampu menjangkau 46 persen dari total warga sasaran di Jawa Timur.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, pada 2025 capaian layanan CKG di Jawa Timur baru mencapai sekitar 31 persen dari total sasaran 42 juta jiwa. Meski menempatkan Jawa Timur sebagai peringkat kedua nasional dalam capaian layanan tersebut, angka tersebut masih berada di bawah target yang ditetapkan sebesar 36 persen.
Kepala Seksi Takelkesmas Dinkes Jatim, Hartono, mengatakan sejumlah kendala masih dihadapi dalam pelaksanaan program CKG, mulai dari kelengkapan pemeriksaan bagi seluruh sasaran kesehatan, layanan di pondok pesantren yang belum maksimal, hingga adanya resistensi masyarakat di beberapa wilayah.
“Karena itu diperlukan langkah sinergis dan kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan,” ujar Hartono.
Untuk meningkatkan capaian program tersebut, Pemprov Jatim akan menggandeng berbagai pihak, mulai dari TNI/Polri, perguruan tinggi, hingga organisasi kemasyarakatan guna membantu mobilisasi masyarakat agar mengikuti pemeriksaan kesehatan.
Selain itu, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat juga akan diperkuat melalui dukungan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur di seluruh wilayah Jawa Timur.
Pemerintah daerah juga melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk memastikan pembaruan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) peserta program berjalan lancar. “Seluruh langkah ini bertujuan memastikan setiap warga memperoleh hak layanan kesehatan secara optimal,” tambah Hartono.
Selain memperkuat sinergi lintas sektor, pemerintah juga akan memperluas cakupan sasaran program CKG. Di antaranya dengan menambah target pemeriksaan bagi bayi yang baru lahir serta memperluas jangkauan layanan bagi siswa sekolah.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Jatim, Cicik Dwi Antika, mengatakan salah satu fokus utama program ini adalah pemeriksaan kesehatan bagi anak usia sekolah.
“Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan seluruh siswa sekolah dasar sudah mendapatkan pemeriksaan kesehatan sebelum Juni 2026, karena layanan anak usia sekolah menjadi salah satu kunci pencapaian target CKG,” jelasnya.
Cicik menambahkan, setiap puskesmas di Jawa Timur juga diproyeksikan mampu melayani sekaligus menginput data pemeriksaan kesehatan rata-rata 90 orang per hari untuk mempercepat pencapaian target.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan program CKG tidak hanya bergantung pada layanan pemerintah, tetapi juga pada tingkat kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan.
“Tantangan terbesar CKG adalah kesadaran masyarakat. Karena itu diperlukan peran aktif berbagai pihak untuk mendorong masyarakat mengikuti pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News