
Washington DC, Sabtu 28 Februari 2026-VNNMedia- Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap Iran pada Sabtu (28/2)
Operasi yang dinamakan Pentagon sebagai “Operasi Epic Fury” ini menargetkan kepemimpinan tertinggi negara tersebut, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian, guna mengeliminasi ancaman keamanan terhadap AS dan sekutunya
Presiden Donald Trump menyatakan bahwa serangan ini adalah langkah untuk mengakhiri ancaman rezim Teheran sekaligus memberi kesempatan bagi rakyat Iran untuk menggulingkan penguasa mereka
Dalam pesan videonya, Trump mendesak warga Iran untuk berlindung dan mengambil alih pemerintahan setelah operasi selesai. Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa serangan gabungan ini bertujuan agar rakyat Iran dapat lepas dari “belenggu tirani”.
Eskalasi Regional dan Balasan Iran
Serangan ini segera memicu reaksi berantai di kawasan Timur Tengah. Garda Revolusi Iran (IRGC) mengonfirmasi telah meluncurkan gelombang pertama rudal balistik dan drone ke arah Israel. IRGC menyatakan bahwa seluruh pangkalan dan kepentingan AS di kawasan kini berada dalam jangkauan mereka
Suara ledakan keras dilaporkan terdengar di Abu Dhabi dan Dubai, menyebabkan getaran pada bangunan. Bahrain juga melaporkan bahwa pusat layanan Armada Kelima AS menjadi sasaran serangan rudal, ditandai dengan kepulan asap tebal di garis pantai
Qatar mengklaim telah menembak jatuh semua rudal yang menargetkan wilayahnya. Sementara itu, ledakan dilaporkan terjadi di dekat Pulau Kharg, titik vital ekspor 90 persen minyak mentah Iran
Kondisi di Dalam Negeri Iran
Laporan dari Teheran menunjukkan kepanikan warga yang bergegas ke bank untuk menarik uang tunai dan mengantre panjang di SPBU. Meskipun pejabat Iran menyebut beberapa komandan senior tewas, Ayatollah Khamenei dikabarkan telah dipindahkan ke lokasi yang aman sebelum serangan terjadi
Konfrontasi ini terjadi setelah kegagalan pembicaraan nuklir tidak langsung antara AS dan Iran pekan ini. Dengan dimulainya operasi udara dan laut yang diprediksi berlangsung selama beberapa hari ini, harapan akan solusi diplomatik terkait sengketa nuklir Teheran kini meredup total, membawa kawasan tersebut ke dalam ketidakpastian konflik baru yang sangat luas
sumber: Reuters via The Straits Times
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News