APBN Januari 2026 Solid, Pendapatan Naik 9,5% dan Belanja Melonjak 25,7%

Foto : Ist/ Dok Kemenkeu

JAKARTA, 24 Februari 2026 — VNNMedia – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Januari 2026 tercatat solid di tengah dinamika ekonomi global. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi menyampaikan, pendapatan negara mencapai Rp172,7 triliun atau 5,5% dari target APBN 2026, tumbuh 9,5% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pertumbuhan pendapatan ditopang kuatnya penerimaan perpajakan serta mulai pulihnya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Secara khusus, penerimaan pajak pada Januari 2026 melonjak 30,7% (yoy).

Menurut Menkeu, lonjakan tersebut mencerminkan perbaikan aktivitas ekonomi sekaligus peningkatan efektivitas pengumpulan pajak di Direktorat Jenderal Pajak.

“Ini menunjukkan adanya perbaikan ekonomi dan juga efisiensi pemungutan pajak. Kami berharap tren positif ini berlanjut,” ujar Purbaya Yudhi dalam Konferensi Pers APBN Kita di Jakarta, Senin (23/2/2026).

Dari sisi belanja, pemerintah melakukan percepatan signifikan. Realisasi belanja negara mencapai Rp227,3 triliun atau 5,9% dari pagu APBN, tumbuh tinggi 25,7% (yoy).

Akselerasi belanja diarahkan untuk mendukung program prioritas, menjaga daya beli masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi sejak awal tahun.

Postur fiskal tetap terjaga. Defisit APBN per akhir Januari 2026 tercatat Rp54,6 triliun atau 0,21% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), masih sesuai desain APBN 2026. Sementara itu, keseimbangan primer mencatat defisit Rp4,2 triliun, mencerminkan pengelolaan fiskal yang pruden.

Untuk menopang kebutuhan anggaran, realisasi pembiayaan mencapai Rp105,1 triliun atau 15,2% dari target, dilakukan secara terukur dan antisipatif demi menjaga likuiditas serta stabilitas pasar keuangan nasional.

“Secara keseluruhan, APBN 2026 tetap berfungsi optimal sebagai shock absorber sekaligus motor penggerak ekonomi. Kami optimistis APBN terus menjaga stabilitas dan mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2026,” tutup Bendahara Negara dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News