Sebanyak 38 SMA/SMK dan SLB di Malang Raya Direvitalisasi

MALANG, 3 JANUARI 2026 – VNNMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa langsung tancap gas di awal tahun 2026 dengan meresmikan sarana dan prasarana hasil rehabilitasi dan revitalisasi pada 38 sekolah di wilayah Malang Raya.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Khofifah yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai, bersama perwakilan 38 kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta se-Malang Raya.

Sebanyak 38 sekolah tersebut terdiri atas 23 SMK negeri dan swasta dengan sembilan menu bantuan, 12 SMA negeri dan swasta dengan sembilan menu bantuan, serta tiga SLB negeri dengan tujuh menu bantuan. Program ini mencakup rehabilitasi dan revitalisasi berbagai fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar.

Secara rinci, sekolah penerima program antara lain SMKN 2 Singosari Kabupaten Malang, SMKN 12 Malang, SMKN 13 Malang, SMKN 1 Ampel Gading, SMKN 1 Kepanjen Kab. Malang, SMKN Wonosari, SMAN 3 Malang, SMAN 6 Malang, SMAN 7 Malang, SMAN 8 Malang, SMAN 10 Malang.

Dilanjutkan SMAN 1 Lawang, SMAN 1 Ngantang Kabupaten Malang, SLB A,B,D Negeri Kedungkandang Kota Malang, SLB C Autis Negeri Kedungkandang Kota Malang, SLBN Pembina Tingkat Nasional Bagian C Malang, SMKS PGRI 3 Malang, SMKS Muhammadiyah 1 Malang, SMKS Wiyata Husada, SMKS Islam An Nuuru Tirtoyudo.

Selanjutnya, SMKS NU Miftahul Huda Kepanjen, SMK Cendekia Madinah Dampit, SMK Al Alaa Madinatul Al Munawaroh, SMKS Assalam Bantur, SMKS Muhammadiyah 5 Kepanjen, SMKS Miftahul Ulum Pagelaran, SMKS Cendekia Bangsa Kepanjen, SMKS Islam Donomulyo, SMKS Islam Kalipare.

Kemudian, SMK Nahdatul Ulama Donomulyo, SMKS Islam Ahmad Yani Ngantang, SMAS Muhammadiyah 1 Malang, SMAS Ibnu Sina Malang, SMAS Islam Al Ikhlas Kasembon Kab. Malang, SMAS Islam Al Hikmah Tajinan Kab. Malang. Serta tiga SLB Negeri.

Gubernur Khofifah mengatakan bahwa program rehabilitasi dan revitalisasi ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menghadirkan sarana dan prasarana pendidikan yang layak, aman, nyaman, dan inspiratif bagi peserta didik.

“Ini adalah wujud nyata komitmen Pemerintah menyiapkan sarpras yang lebih layak serta menciptakan ruang belajar yang aman nyaman inspiratif bagi peserta didik,” ujarnya.

Khofifah menjelaskan, sebagian besar bantuan difokuskan pada perbaikan fasilitas dasar, seperti toilet dan sanitasi, ruang kelas, hingga laboratorium. Menurutnya, kualitas sarana prasarana sekolah, termasuk fasilitas pendukung seperti kamar mandi, menjadi bagian penting dari mutu layanan pendidikan

“Ini sebagian besar antara lain untuk kamar mandi atau toilet. Jadi ruang kelas, ruang kelas ada kamar mandi. Kita berharap seluruh sekolah kita kualitas sarprasnya makin membaik,” katanya.

Khofifah pun mengajak seluruh kepala sekolah dan insan pendidikan untuk tancap gas di awal tahun 2026, khususnya dalam memperkuat sektor pendidikan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia

“Kita ingin pastikan di awal 2026 ini Pemprov Jatim siap tancap gas dan gercep semuanya terutama sektor pendidikan,” tegasnya.

Tak hanya menekankan pembangunan fisik, Gubernur Khofifah juga menyoroti pentingnya penguatan pendidikan karakter bagi peserta didik sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045.

“Besar harapan kami, renovasi revitalisasi dari program ini menjadi penguat semangat panjenengan semua. Kedepan, apa yang kita lakukan akan jadi bagian sinergitas kita semua. Menjadi penguat kita semua,” ungkapnya melanjutkan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah turut menyerahkan bantuan 100 sarung dan mukena kepada SMKN 2 Singosari, serta bantuan biaya pendidikan bagi 10 siswa kurang mampu masing-masing sebesar Rp1 juta. Ia juga menyerahkan bantuan sembako kepada petugas kebersihan dan penjaga sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa program rehabilitasi dan revitalisasi ini merupakan langkah transformasi pendidikan di Jawa Timur agar semakin berdampak.

“Ini adalah lompatan transformasi untuk pendidikan Jawa Timur yang berdampak. Ikhtiar mendorong peningkatan kualitas pendidikan lewat renovasi maupun revitalisasi sarana pra sarana,” kata Aries.

Aries menilai, ini adalah kontribusi nyata komitmen kepemimpinan Gubernur Khofifah yang selalu menempatkan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan SDM yang unggul dan berdaya saing. Yang mana, hal ini sejalan dengan visi Jatim Cerdas dan Jatim Gerbang Baru Nusantara.

Khusus di Malang Raya, Aries mengatakan, program rehabilitasi dan revitalisasi fisik dengan sembilan menu bantuan di 23 SMK Negeri dan Swasta serta 12 SMA Negeri dan Swasta. Serta tujuh menu bantuan diberikan pada 3 SLB Negeri.

“Adapun bantuan ini mulai dari toilet, lab IPA, lab Komputer, ruang praktik siswa, ruang BP, ruang OSIS, ruang kelas, ruang UKS hingga alat praktik. Untuk SLB diberikan pembangunan RKB, toilet, ruang administrasi, selasar, rehab ruang serbaguna, rehab ruang kelas dan ruang pembelajaran khusus,” katanya.

Aries menyampaikan, tahun 2026 Gubernur Khofifah tetap berkomitmen memberikan bantuan perbaikan sarana prasarana sekolah di beberapa sekolah karena masih banyak sekolah yang rusak, sudah lama belum mendapatkan perhatian, dan juga kekurangan kelas baru serta kekurangan alat praktik baik vokasi maupun laboratrium sehingga tetap mendapatkan porsi perbaikan walaupun ada efesiensi anggaran.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News