
SURABAYA, 4 SEPTEMBER 2025 – VNNMedia – Unjuk rasa dan kerusuhan yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia memukul berbagai industri. Termasuk pameran.
Ketua Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) Jatim, Yusuf Karim Ungsi, menyebut penurunan minat pengunjung menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan industri yang selama ini menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah.
“Masalah utamanya ada di psikologi publik. Banyak orang menunda kunjungan karena khawatir soal keamanan. Hasil kuesioner Diandra Event menunjukkan hampir 90% peserta meminta pameran diundur,” ujar Yusuf saat dihubungi di Surabaya, Senin (1/9/2025).
Yusuf mencontohkan, salah satu pameran otomotif terbesar, GIIAS 2025 Surabaya, hanya mencapai performa optimal pada dua hari awal. Sejak Jumat, eskalasi aksi massa membuat lonjakan pengunjung gagal tercapai, padahal biasanya akhir pekan menjadi puncak transaksi.
“Kalau Jumat-Sabtu biasanya paling ramai, tapi kali ini banyak yang batal hadir karena isu keamanan. Dampaknya signifikan, terutama bagi sponsor dan exhibitor,” jelasnya.
Menurut Yusuf, meski warga Surabaya relatif cuek menghadapi situasi demo, dampaknya terasa bagi investor dan buyer dari luar negeri. Mereka lebih berhati-hati dan cenderung menunda kunjungan ke Indonesia.
“Kalau keamanan tidak segera dipulihkan, potensi pembatalan transaksi besar-besaran bisa terjadi. Kepastian hukum dan rasa aman adalah kunci untuk menjaga kepercayaan pasar global,” tegasnya.
Kerusuhan juga memicu kenaikan biaya penyelenggaraan event karena banyak penyelenggara terpaksa menambah anggaran untuk keamanan, termasuk melibatkan TNI. Yusuf menegaskan, beban ini tak bisa ditanggung pelaku industri sendiri.
“Ini tanggung jawab pemerintah. Kami targetkan satu minggu ke depan kondisi bisa normal, sehingga proses pemulihan ekonomi di sektor pameran dapat dilakukan dalam dua bulan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Asperapi, Hosea Andreas Runkat, menegaskan bahwa kerusuhan sejak 25–31 Agustus memberi dampak ekonomi masif. Banyak event ditunda, bahkan dibatalkan.
“Industri pameran adalah sektor strategis karena menciptakan lapangan kerja, mendorong perdagangan, pariwisata, dan investasi. Jika situasi tidak segera kondusif, ekosistem bisnis akan makin tertekan,” kata Hosea.
Hosea juga mendesak seluruh pihak menjaga stabilitas nasional agar Indonesia tetap dipercaya dunia internasional. “Reputasi Indonesia sebagai destinasi investasi dan perdagangan global harus dipertahankan. Dibutuhkan solusi bersama agar semua pihak diuntungkan,” tegasnya.
Asperapi juga mendorong pemerintah pusat, Pemprov Jatim, dan Pemkot Surabaya untuk melakukan kampanye besar-besaran guna meyakinkan publik dan investor bahwa kondisi kota tetap aman.
Baca Berita MEnarik Lainnya di Google News