
SURABAYA, 25 AGUSTUS 2025 – VNNMedia – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melalui brand IM3 resmi memperkenalkan fitur SATSPAM (Satuan AntiScam dan Spam) di Surabaya, melanjutkan kesuksesan peluncurannya di Jakarta.
Fitur ini menjadi bagian dari kampanye nasional #NomorModusNoMore untuk memberikan perlindungan digital otomatis bagi pelanggan IM3 dari ancaman penipuan online yang kian marak.
Menurut data internal, 65% masyarakat Indonesia menjadi target scam dan spam setiap minggu, mulai dari phishing, tawaran kerja palsu, hingga penipuan investasi.
Menjawab tantangan ini, IM3 SATSPAM hadir sebagai solusi berbasis jaringan yang dapat mendeteksi, menyaring, dan memberikan peringatan terhadap panggilan serta SMS mencurigakan secara real-time.
“Di momen peringatan Kemerdekaan RI ke-80, IM3 mempersembahkan SATSPAM sebagai langkah nyata memerdekakan masyarakat dari ancaman scam dan spam. Fitur ini menegaskan komitmen kami dalam menghadirkan pengalaman digital yang lebih aman dengan dukungan teknologi AI dan jaringan 5G,” ujar EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, Fahd Yudhanegoro, Sabtu (23/8/2025).
IM3 menyediakan dua pilihan perlindungan digital bagi pelanggannya. Pertama, SATSPAM Basic yang aktif otomatis untuk seluruh pengguna IM3 Prabayar dengan paket data aktif tanpa pengaturan tambahan.
Fitur ini mendeteksi panggilan dan SMS dari nomor mencurigakan secara real-time. Pelanggan cukup membeli Kartu Perdana IM3 seharga Rp35.000 untuk menikmati proteksi dasar ini.
Kemudian SATSPAM+ yang memberikan perlindungan lebih lengkap dengan mendeteksi spam, scam, hingga tautan berbahaya dalam SMS.
Fitur ini tersedia untuk pengguna IM3 Prabayar dengan paket internet minimal Rp50.000 dan IM3 Pascabayar Platinum melalui aktivasi di aplikasi myIM3. Pengguna juga mendapatkan laporan mingguan seputar aktivitas nomor mencurigakan langsung melalui aplikasi.
Sebagai bagian dari kampanye #NomorModusNoMore, IM3 menggandeng jurnalis senior Najwa Shihab untuk meningkatkan literasi digital masyarakat. Melalui kolaborasi ini, IM3 menegaskan pentingnya edukasi publik mengenai bahaya penipuan online dan perlindungan terhadap data pribadi.
“Ancaman penipuan digital bukan sekadar gangguan, melainkan kejahatan modern yang mengeksploitasi kepercayaan masyarakat. Edukasi menjadi kunci untuk memutus rantai penipuan,” jelas Najwa Shihab.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News