
JAKARTA, 19 AGUSTUS 2025 — VNNMedia – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) mencatatkan kinerja keuangan positif pada kuartal II 2025.
Subholding Power and New Renewable Energy (PNRE) PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang eksplorasi, eksploitasi, dan produksi panas bumi ini berhasil membukukan pendapatan sebesar USD204,85 juta, tumbuh 0,53% secara year-on-year (YoY). Sementara Laba tahun berjalan tercatat USD68,93 juta.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2025, total aset PGE mencapai USD3,05 miliar, meningkat 1,62% YoY. Sementara kas dan setara kas naik 8,69% YoY menjadi USD712,34 juta.
“Kinerja PGE berada pada jalur yang sehat. Ini menandakan fundamental keuangan perseroan yang kuat, didorong oleh produksi yang melebihi proyeksi awal,” ujar Direktur Keuangan PGE, Yurizki Rio, dalam keterangan resmi perusahaan..
Yurizki menegaskan, penguatan kinerja PGE membuktikan bahwa panas bumi memiliki peran strategis dalam upaya pemerintah mendorong transisi energi bersih.
Meski tantangan geopolitik dan fluktuasi ekonomi global memengaruhi pendanaan dan biaya operasional, produksi energi PGE pada kuartal II 2025 melampaui target awal, sehingga memberikan dorongan signifikan terhadap pendapatan.
“Net profit perusahaan masih tetap sehat, dan EBITDA margin kami terjaga di atas 80 persen, mencerminkan efisiensi dan profitabilitas dalam mengelola aset dan operasional,” imbuhnya.
Optimisme PGE juga didukung oleh berbagai proyek strategis. Beberapa di antaranya meliputi pengembangan Hululais Unit 1 & 2 (110 MW), proyek co-generation dengan kapasitas total 230 MW, dan eksplorasi Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Tiga yang diresmikan Presiden Prabowo pada Juni 2025.
Selain itu, beroperasinya PLTP Lumut Balai Unit 2 pada akhir Juni menambah pasokan listrik sebesar 55 MW ke jaringan nasional, yang diproyeksikan berdampak positif pada kinerja keuangan perusahaan hingga akhir tahun.
Direktur Utama PGE, Julfi Hadi, menegaskan komitmen perseroan untuk menjadi world class green energy company dengan menyediakan energi bersih berbasis panas bumi yang stabil, andal, dan berkelanjutan.
“Perjalanan menuju 1 GW kami tempuh dengan konsistensi dan keyakinan. Beroperasinya Lumut Balai Unit 2, eksplorasi PLTP Gunung Tiga, dan pengembangan berbagai proyek lainnya merupakan bukti komitmen PGE dalam mengoptimalkan pemanfaatan energi panas bumi,” ujar Julfi.
PGE juga mengedepankan pemberdayaan masyarakat sekitar wilayah operasional melalui berbagai program sosial dan ekonomi. “Selain menjaga profitabilitas, kami memastikan investasi yang kami lakukan turut mendorong ekonomi sirkular dan meningkatkan kesejahteraan komunitas lokal,” tambahnya.
Komitmen tersebut diakui secara global dengan raihan delapan penghargaan dalam Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2025.
Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun, PGE saat ini mengelola kapasitas terpasang sebesar 1.932 MW, terdiri dari 727 MW dikelola mandiri dan 1.205 MW melalui kemitraan. Perusahaan menargetkan peningkatan kapasitas mandiri menjadi 1 GW dalam 2-3 tahun ke depan dan 1,7 GW pada 2033.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News