
Jakarta, Rabu 20 Agustus 2025-VNNMedia- Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo blak-blakan bahwa serapan anggaran di kementeriannya sangat rendah yaitu 26,74 persen, jauh dari yang ditargetkan, selama semester I/2025
Adapun penyebab lambannya penyerapan anggaran di Kementerian PU, disebut Dody, karena panjangnya proses politik anggaran di awal pemerintahan Presiden Prabowo. “Penyerapan anggaran di Kementerian PU memang sangat rendah, baru 26,74 persen. Karena di semester pertama itu kita sibuk dengan politik anggaran, hingga energinya habis di situ,” jelas Dody di kantornya pada Selasa (19/8)
Namun, ia optimis di paruh kedua tahun 2025, anggaran kementeriannya bisa terserap hingga 95 persen dari total pagu efektif yang ada. Dody menjelaskan bahwa kementerian PU tengah melakukan percepatan penyelesaian sejumlah proyek
“Setiap bulan kita review bersama-sama mana yang masih beemasalah, mana yang menyebabkan hambatan sana-sini. Saya juga turun langsung. Targetnya tetap 95 persen plus di akhir tahun 2025 ini,” tambah Dody
Sebagai informasi, Kementerian PU pada tahun ini mendapat tambahan anggaran Rp23,28 triliun, menjadi Rp73,76 triliun, yang secara resmi efektif pada bulan Maret 2025. Penambahan anggaran tersebut direncanakan untuk merealisasikan beberapa pekerjaan, seperti Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Madrasah, yaitu sebuah program revitalisasi madrasah di seluruh Indonesia dan program pemeliharaan jalan dan rehabilitasi jembatan Nilai Kritis (NK) 3
Kemudian program lainnya adalah dukungan untuk DOB Papua, pemenuhan sebagian MYC (Multi Years Contract), serta penyelesaian infrastruktur di Ibu Kota Negara (IKN). “Masih banyak PR yang belum kita selesaikan yang tambahan baru sekitar Rp23 triliun,” pungkas Dody
sumber: Bisnis.com
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News