
MAKKAH, 17 Agustus 2025 – VNNMedia – Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis untuk meningkatkan pelayanan jemaah haji dan umrah dengan rencana pembangunan Kampung Haji di Makkah. Presiden Prabowo Subianto menugaskan CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, untuk melakukan kunjungan kerja ke Jeddah dan Makkah guna mengawal langsung proses pembangunan ini.
Proyek Kampung Haji dirancang sebagai pusat layanan dan akomodasi terpadu bagi jemaah Indonesia, mencakup fasilitas penginapan nyaman, klinik kesehatan, ruang pembinaan manasik, serta berbagai layanan ibadah lainnya.
Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan kenyamanan, keamanan, dan efisiensi jemaah dapat meningkat secara signifikan.
“Kunjungan ini merupakan amanah dari Bapak Presiden untuk memastikan rencana pembangunan Kampung Haji berjalan sesuai harapan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. InsyaAllah, kami akan mengawal dari tahap awal hingga terwujud, sehingga seluruh jemaah Indonesia memiliki fasilitas yang representatif selama menjalankan ibadah,” ujar Rosan Perkasa Roeslani.
Selama kunjungan, Rosan meninjau lebih dari 10 opsi lahan dan tiga proyek besar di Makkah sebagai kandidat potensial pembangunan Kampung Haji.
Ia juga bertemu dengan otoritas Kerajaan Arab Saudi, termasuk Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC), serta Badan Penyelenggara Haji RI dan Kementerian Investasi Saudi Arabia, untuk memastikan proyek ini sesuai regulasi dan standar internasional.
“Kami tidak hanya fokus pada jarak ke Masjidil Haram, tetapi juga memastikan kenyamanan, keamanan, dan kelayakan fasilitas bagi jemaah. Semua aspek teknis, legalitas, hingga keberlanjutan pengelolaan menjadi prioritas kami.”
Kebijakan baru pemerintah Arab Saudi membuka peluang bagi entitas asing untuk memiliki properti di Makkah. Indonesia berencana menjadi salah satu pihak pertama yang memanfaatkan peluang ini, memastikan aset strategis di Tanah Suci dimiliki secara legal dan aman.
Proyek Kampung Haji juga menjadi simbol kehadiran Indonesia di Makkah, mencerminkan komitmen negara terhadap keselamatan dan kenyamanan warganya.
“Ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tapi menghadirkan rasa aman dan bangga bagi jemaah kita. Setiap jemaah yang datang ke Tanah Suci harus merasakan dukungan penuh dari negara, meski jauh dari tanah air,” ujarnya menambahkan.
Rosan menutup pernyataannya dengan mengajak masyarakat Indonesia untuk mendoakan kelancaran proyek ini. “Mohon doa dan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia agar langkah ini diberkahi Allah SWT, berjalan lancar, dan menjadi amal jariyah bagi semua yang terlibat,” ujarnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News