
Jakarta, Kamis 24 Juli 2025-VNNMedia- Setelah sempat menghentikan sementara pendaftaran pelanggan baru , provider internet berbasis satelit orbit rendah (LEO), Starlink, mengumumkan bahwa pendaftaran pelanggan telah dibuka kembali
Dalam situs resminya pada hari ini, perusahaan milik Elon Musk itu menyatakan “Starlink sekarang dibuka kembali untuk pelanggan baru di Indonesia. Kecepatannya diperkirakan hingga lebih dari 220 Mbps”. Perusahaan akan memeriksa ketersediaan layanan setelah calon pelanggan memasukkan alamat dan menetapkan kecepatan internet berdasarkan posisi geografis calon pelanggan tersebut
Diketahui pada tanggal 13 Juli lalu, Starlink merilis pengumuman yang berbunyi “Layanan Starlink saat ini tidak tersedia bagi pelanggan baru di wilayah anda karena kapasitas telah habis terjual di seluruh Indonesia”
Menurut Dirjend Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi Wayan Toni Supriyanto, Starlink tengah memproses penambahan kapasitas. Ia menerangkan akibat jaringan telah sesak oleh pelanggan eksisting, maka perusahaan tersebut akan memperbesar kapasitasnya melalui penggunaan pita E-Band
“Pita frekuensi E-Band tersebut akan dapat digunakan setelah Hak Labuh diperbarui dan Starlink membayar PNBP Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi sebagai tahap akhir prosesnya,” jelas Wayan pada Kamis minggu lalu
Sebagai informasi, Starlink adalah layanan internet satelit yang dikembangkan oleh SpaceX, perusahaan teknologi antariksa milik Elon Musk. Tujuannya adalah menyediakan akses internet berkecepatan tinggi dan latensi rendah ke seluruh dunia, terutama di daerah-daerah terpencil atau yang kurang terlayani oleh infrastruktur internet tradisional
Starlink bekerja dengan menggunakan konstelasi ribuan satelit kecil yang mengorbit di Low Earth Orbit (LEO), sekitar 550 km di atas permukaan Bumi. Ini berbeda dengan satelit internet tradisional yang berada di Orbit Geostasioner (GEO) yang jauh lebih tinggi (sekitar 36 ribu km). Jarak yang lebih dekat inilah yang menjadi kunci keunggulan Starlink
Starlink telah resmi beroperasi di Indonesia sejak Mei 2024
sumber: Bloomberg/Tempo
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News