Kesalahan Fatal Terjemahan AI Meta: Kepala Menteri India Dikabarkan Meninggal Dunia

Kepala Menteri Karnataka Siddaramaiah

New Delhi, Jumat 18 Juli 2025-VNNMedia- Raksasa teknologi Meta telah menyampaikan permohonan maaf setelah sistem terjemahan otomatis berbasis kecerdasan buatannya (AI) di Facebook dan Instagram secara keliru menerjemahkan unggahan seorang kepala menteri India, menyatakan bahwa ia telah “meninggal dunia”. Insiden ini memicu kritik tajam dan menyoroti potensi bahaya kesalahan terjemahan AI dalam komunikasi resmi

Melansir BBC, kejadian bermula pada Selasa lalu, ketika Kepala Menteri Karnataka, Siddaramaiah, mengunggah pesan belasungkawa dalam bahasa Kannada di akun media sosialnya. Unggahan tersebut dimaksudkan untuk menyampaikan duka cita atas meninggalnya seorang aktris veteran, B Saroja Devi

Namun, saat postingan itu secara otomatis diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, sistem Meta justru menerjemahkan frasa tersebut menjadi seolah-olah Tuan Siddaramaiah yang “meninggal dunia”.

Kesalahan fatal ini sontak menjadi perbincangan. Juru bicara Meta, pada Kamis (17/7), mengakui dan meminta maaf atas insiden tersebut kepada kantor berita Press Trust of India (PTI)

“Kami telah memperbaiki masalah yang sempat menyebabkan terjemahan bahasa Kannada tidak akurat ini,” ujar juru bicara tersebut. “Kami mohon maaf atas terjadinya hal ini.”

Menyusul kesalahan tersebut, Siddaramaiah tak tinggal diam. Ia mengkritik keras fitur terjemahan otomatis Meta untuk bahasa Kannada, menuduhnya “memutarbalikkan fakta” dan “menyesatkan pengguna”

Ia juga memperingatkan bahwa kesalahan terjemahan semacam itu sangat berbahaya, terutama dalam konteks komunikasi resmi yang memerlukan akurasi tinggi

Sebagai respons lebih lanjut, penasihat media Siddaramaiah, KV Prabhakar,di hari yang sama, secara resmi menulis surat kepada Meta. Dalam surat tersebut, ia mendesak Meta untuk segera memperbaiki terjemahan dan menangguhkan sementara fitur terjemahan otomatis bahasa Kannada hingga akurasi meningkat

Prabhakar juga mendorong Meta untuk berkolaborasi dengan para ahli bahasa Kannada guna mencegah terulangnya kesalahan serupa di masa depan

Insiden ini kembali mengangkat perdebatan mengenai keandalan terjemahan otomatis berbasis AI, terutama untuk bahasa yang kurang umum atau dengan konteks budaya yang kompleks

Kasus ini menjadi pengingat penting akan perlunya validasi dan pengawasan manusia dalam penerapan teknologi AI, khususnya pada bidang yang memiliki dampak sensitif dan signifikan

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News