Percepat Swasembada Susu, JAPFA Distribusikan Sapi Bunting

PROBOLINGGO, 15 JULI 2025 – VNNMedia – Guna memperkuat ketahanan pangan dan percepatan swasembada susu nasional, JAPFA melalui anak usahanya PT Santosa Agrindo Lestari (Santori) bersama PT Greenfields Dairy Indonesia mendistribusikan lebih dari 1.000 ekor sapi perah bunting kepada 120 peternak rakyat di Jawa Timur.

Distribusi dilakukan di bawah program Kemitraan Sapi Perah Greenfields (KSG) yang melibatkan peternak binaan dari Malang, Blitar, Pasuruan, dan Kota Batu.

Sapi perah yang disalurkan merupakan hasil persilangan ras Holstein dan Jersey (crossbreed) yang diimpor dari Australia, dikenal unggul dalam produktivitas susu dan adaptif terhadap iklim tropis. Proses seleksi dan karantina dilakukan secara ketat oleh Badan Karantina Indonesia sebelum sapi dinyatakan sehat dan layak distribusi.

Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Manaor Panggabean, menegaskan bahwa seluruh sapi telah melewati masa karantina selama 14 hari dan dinyatakan sehat oleh tim dokter hewan. “Kami pastikan semua prosedur karantina dan pemeriksaan telah dijalankan sesuai ketentuan,” ujarnya di sela seremoni pelepasan sapi di Probolinggo, Selasa (15/7/2025).

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, turut mengapresiasi inisiatif ini. “Distribusi sapi perah ini penting untuk mendorong pemulihan populasi dan produksi susu segar di Jawa Timur pasca wabah PMK. Kami berterima kasih kepada JAPFA dan Greenfields atas kontribusinya,” ucapnya.

Dukungan serupa disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Dr. drh. Agung Suganda, yang menekankan pentingnya kolaborasi sektor swasta-pemerintah dalam mencapai target swasembada.

“Kami menargetkan peningkatan populasi sapi perah hingga hampir 1 juta ekor dalam periode 2025–2029. Sinergi seperti ini sangat krusial, termasuk dukungan pembiayaan dari perbankan melalui KUR bagi peternak,” jelasnya.

Selain distribusi sapi, peternak juga menerima pendampingan teknis, pelatihan manajemen peternakan, layanan kesehatan hewan, dan jaminan pembelian susu oleh Greenfields. Program ini bertujuan membangun rantai pasok susu nasional yang kuat dari hulu ke hilir, sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat.

Direktur Corporate Affairs JAPFA, Rachmat Indrajaya, menegaskan komitmen perusahaannya terhadap ketahanan pangan. “Kami ingin mendorong tumbuhnya industri susu lokal dengan penyediaan bibit unggul dan pembinaan berkelanjutan,” tuturnya.

Data Kementerian Pertanian RI tahun 2023 menunjukkan bahwa Indonesia masih mengimpor sekitar 80% kebutuhan susu nasional akibat rendahnya produktivitas dan keterbatasan teknologi peternakan.

Padahal, menurut USDA, permintaan susu domestik diprediksi melonjak dari 4,2 juta ton (2024) menjadi 5,3 juta ton (2025), didorong oleh program “Makan Bergizi Gratis” untuk 82 juta anak Indonesia hingga 2029.

CEO Greenfields, Akhil Chandra, menjelaskan bahwa program ini akan memperluas jangkauan kemitraan KSG yang sudah mencakup lebih dari 2.000 peternak sejak 2007.

“Kami akan terus mendampingi peternak agar pengelolaan ternak optimal, produktif, dan berkelanjutan. Harapannya, peternakan rakyat dapat berperan besar dalam mendukung produksi Susu Segar Dalam Negeri,” pungkasnya.

Baca Berita MEnarik Lainnya di Google News