
New Delhi, 26 Juni 2025-VNNMedia- Upaya rekonstruksi dan identifikasi penyebab jatuhnya pesawat Air India Boeing 787 Dreamliner yang menewaskan 260 orang pada Juni lalu sedang gencar dilakukan. Kementerian Penerbangan Sipil India menyatakan pada Kamis (26/6), fokus utama saat ini adalah mengungkap urutan peristiwa dan faktor-faktor pemicu kecelakaan tragis tersebut
Melansir The Straits Times, pesawat nahas yang seharusnya terbang menuju London itu jatuh tak lama setelah lepas landas dari Ahmedabad, India, pada 12 Juni. Kecelakaan ini merenggut ratusan nyawa itu, menjadikannya bencana penerbangan terburuk di dunia dalam satu dekade terakhir
Kotak hitam pesawat—terdiri dari perekam suara kokpit (CVR) dan perekam data penerbangan (FDR)—telah berhasil ditemukan. CVR ditemukan pada 13 Juni dari atap sebuah bangunan di lokasi kecelakaan, sementara FDR ditemukan dari puing-puing pada 16 Juni
Kedua perangkat krusial ini kemudian dibawa ke Delhi pada 24 Juni. Di sana, tim yang dipimpin oleh Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India segera memulai proses ekstraksi data
Kementerian menyatakan, “Modul perlindungan tabrakan (CPM) dari kotak hitam depan berhasil diambil, dan… modul memori berhasil diakses serta datanya diunduh… Analisis data CVR dan FDR sedang berlangsung.” CPM sendiri merupakan bagian inti dari kotak hitam yang dirancang untuk melindungi data yang terekam saat terjadi kecelakaan
Data yang diperoleh dari kotak hitam ini diharapkan dapat memberikan petunjuk penting terkait kinerja pesawat dan komunikasi antara pilot sesaat sebelum insiden terjadi. Pekan lalu, India menyatakan belum memutuskan lokasi final analisis kotak hitam tersebut
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News