PLN Nusantara Power Dorong Ekosistem Hidrogen untuk Energi Masa Depan

SURABAYA, 27 MEI 2025 – VNNMedia – PLN Nusantara Power (PLN NP), subholding dari PLN, terus memperkuat kiprahnya sebagai pionir dalam pengembangan energi bersih di Indonesia. Salah satu langkah strategisnya adalah mendorong pemanfaatan hidrogen sebagai bagian penting dalam transisi menuju target Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

PLN NP tidak hanya menggunakan hidrogen untuk sistem pendingin generator, tetapi juga mengembangkan teknologi kendaraan listrik hidrogen dan pembangkit berbasis fuel cell.

Direktur Utama PLN NP, Ruly Firmansyah, menegaskan bahwa hidrogen menjadi bagian nyata dari upaya dekarbonisasi sektor energi dan transportasi nasional.

“Inovasi berbasis hidrogen yang kami lakukan merupakan bukti komitmen kami terhadap transisi energi bersih. Hidrogen akan menjadi komponen strategis dalam bauran energi nasional ke depan,” ujarnya.

Hidrogen, yang dikenal sebagai elemen paling ringan dan melimpah, memiliki kandungan energi tinggi—setara 3,3 liter BBM per kilogram—sehingga menjadi kandidat kuat dalam pengurangan emisi karbon.

Saat ini, PLN NP masih memproduksi green hydrogen dalam skala terbatas di beberapa pembangkit di Jawa. Namun, perusahaan berencana memperluas skala komersialisasi hidrogen, sejalan dengan strategi PLN Group melalui PLN Energi Primer Indonesia (EPI) yang berfokus pada penyediaan energi primer rendah emisi seperti hidrogen dan amonia.

Langkah besar lainnya adalah pembangunan Green Hydrogen Plant (GHP) pertama di Indonesia di PLTGU Muara Karang. Fasilitas ini menggunakan elektrolisis air dengan sumber energi dari PLTS, dan mampu menghasilkan hingga 95 ton hidrogen hijau bebas emisi per tahun. Hidrogen ini digunakan untuk riset pembangkitan dan transportasi.

Salah satu implementasi teknologi hidrogen yang telah dilakukan adalah penggunaan Hydrogen Fuel Cell Generator (HFCG) berkapasitas 100 kVA pada sejumlah acara nasional, seperti PLN Electric Run 2024, yang mampu menurunkan emisi hingga 14 ton CO₂.

PLN NP juga menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk mengembangkan kendaraan hybrid listrik-hidrogen, H-E Nusantara, yang memiliki jangkauan 270 km dan waktu pengisian hanya lima menit. Guna mendukungnya, PLN NP membangun Hydrogen Refueling Station (HRS) terbatas.

Selain itu, riset berlanjut pada teknologi fuel cell dan mesin pembakaran internal (ICE) berbahan bakar hidrogen, yang menawarkan efisiensi konversi energi mencapai 60 persen—jauh melampaui efisiensi PLTU konvensional.

Dengan kekuatan aset, peningkatan kapasitas SDM, dan inovasi berkelanjutan, PLN NP optimis dapat memainkan peran kunci dalam mendorong transisi energi bersih dan berkelanjutan di Indonesia.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News