
Dubai, 17 Mei 2025-VNNMedia- Dalam upayanya menjadi salah satu pemain utama di industri kecerdasan buatan (AI), Uni Emirat Arab (UEA) menggandeng Amerika Serikat (AS), negara asal bagi banyak perusahaan teknologi raksasa dunia, untuk membangun kampus AI di ibukota negara, Abu Dhabi
Dilansir dari Channel News Asia, kedua negara telah menandatangani perjanjian untuk membangun kampus AI terbesar di luar AS, jenis kesepakatan yang sebelumnya menghadapi pembatasan atas kekhawatiran Gedung Putih bahwa China dapat mengakses teknologi tersebut
Sebuah sumber mengatakan bahwa dalam perjanjian itu disebutkan kalau UEA dapat secara bebas dan lebih luas untuk mengakses chip AI canggih. Namun baik UEA dan AS tidak memberikan secara rinci chip AI dari perusahaan AS mana yang akan dilibatkan dalam proyek tersebut
Namun CEO Nvidia-perusahaan AI Asal AS- Jensen Huang, dalam sebuah rekaman stasiun tv terlihat bersama dengan Presiden Donald Trump dan Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan di Istana di Abu Dhabi pada Kamis (15/5)
Diketahui UEA meggelontorkan dana hingga miliaran dollar untuk mewujudkan ambisinya menjadi pemain utama di industri AI dunia. Namun hubungannya dengan Beijing, membuat negara itu dibatasi aksesnya ke chip AS di masa pemerintahan Joe Biden
Gedung Putih menyatakan bahwa kesepakatan dengan UEA mencakup komitmen investasi, membangun dna membiayai pusat data yang sama besar dan kuat dengan yang ada di UEA
Lebih lanjut, Gedung Putih juga menegaskan kalau UEA dalam kesepakatan itu berkomitmen untuk lebih menyeraskan peraturan keamanan nasionalnya dengan AS, termasuk perlindungan yang kuat untuk mencegah pengalihan teknologi asal AS
Reuters melaporkan jika kedua negara telah menyelesaikan kerangka kerja teknologi, dan UEA diizinkan untuk meingimpor 500 ribu chip AI canggih mulai tahun ini
Departemen perdagangan AS dalam rilisnya mengatakan kampus AI di Abu Dhabi akan dibangun di lahan seluas 25,9 km persegi dengan kapasitas daya 5 gigawatt yang diperuntukkan sebagai pusat data AI. BUMN UEA, G24, akan bertanggungjawab dalam pembangunan kampus tersebut
Masih dalam pernyataannya, departemen itu menegaskan bahwa perusahaan AS dapat secara bebas mengoperasikan pusat data dan menawarkan layanan cloud yang dikelola negara tersebut di seluruh wilayah UEA
Disebutkan juga jika saat ini perusahaan chip Qualcomm tengah mengerjakan rekayasa terkait AI, sementara Amazon Web Services-unit cloud dari Amazon – dilaporkan akan bekerjasama dengan perusahaan lokal dalam keamanan siber dan mendorong adopsi cloud
Sementara itu dua BUMN UEA, G24 dan MGX, sebelumnya terlah berinvestasi di openAI dan xAI-perusahaan teknologi asal AS. Sedangkan Microsoft pada tahun lalu setuju untuk menggelontorkan dana sebesar US$1,5 miliar untuk G24
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News