Timur Tengah Masih Panas, BPOM Siapkan Strategi Tekan Harga Obat

Jakarta, Rabu 22 April 2026-VNNMedia- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap tengah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi kenaikan harga obat berbahan baku petrokimia dan turunannya, di tengah meluasnya perang Iran

Melansir Bloomberg Technoz, Ketua BPOM, Taruna Ikrar, mengatakan terdapat lebih dari 50% obat dengan bahan baku petrokimia-produk kimia yang didapat dari hasil pengolahan minyak bumi dan gas alam

Taruna juga mengungkap jika sekitar 30% obat yang beredar berbahan baku turunan petrokimia seperti parasetamol. “Kemudian beberapa ibuprofen yang merupakan obat anti-inflamasi asalnya dari petrokimia,” jelasnya

“Jadi kesimpulannya geopolitik internasional yang sekarang ini pasti berpengaruh, apalagi bahan baku, intermediate product, bahkan biosimilar itu lebih dari 90% kita impor. Jadi tentu ini akan berdampak kepada harga obat,” jelasnya usai berbicara di depan DPR pada hari Selasa (21/4)

BPOM diakui Taruna tengah menyiapkan dua strategi untuk menghindari kenaikan harga obat. “Pertama, terkait kemasan. Badan POM akan membuat aturan baru dulunya, misalnya, kan, semua kemasan itu biasanya sebelum ganti kemasan harus ada aturan dimana dia melakukan uji standardisasi, uji stabilitas kemasan, dan sebagainya,” kata Taruna

“Sekarang kita akan buatkan, mungkin keputusan, mungkin dia bisa mengganti kemasannya industri-industri ini, sesuai yang penting kepastian, aman, kestabilan itu tetap terjamin,” ujarnya dengan mencontohkan obat berkemasan plastik bisa diganti dengan botol atau kertas dan karton

“Aturan ini, kalau kita tidak mengubahnya, akan mempengaruhi harga obat karena sekitar 30% dari kemasan itu memengaruhi harga obat. Jadi kalau kita bisa mempermudah di sini tentu itu bisa mengurangi,” imbuh Taruna

“Kedua, ketersediaan bahan apa yang kita atur kita sudah WHO Listed Authority tadi kita sangat diapresiasi sama Komisi IX, karena ini kita negara berkembang pertama yang mendapat posisi ini,” katanya

Namun Taruna menjelaskan bahwa ketersediaan obat RI masih aman untuk enam bulan ke depan. Kedua strategi itu akan digunakan jika perang tidak menunjukkan tanda-tanda berakhir. “Tentu tahap berikutnya, kalau perang ini berlanjut, kita akan melakukan strategi ini untuk melindungi rakyat kita, supaya harganya tidak naik,” pungkasnya

Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News