
SURABAYA, 17 APRIL 2026 – VNNMedia – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai menyiapkan proyek percontohan (pilot project) penanganan sampah sungai dengan menggandeng Sungai Watch.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat penanganan pencemaran sungai melalui kombinasi teknologi dan kebijakan.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan solusi konkret dalam mengatasi persoalan sampah yang masih banyak ditemukan di aliran sungai.
Dalam audiensi bersama tim Sungai Watch yang dipimpin Gary Bencheghib, dibahas rencana penerapan teknologi penangkap sampah (trash barrier) di sejumlah titik strategis. Teknologi tersebut dinilai efektif menahan sampah sebelum mengalir lebih jauh ke hilir.
Pemprov Jatim juga akan melakukan identifikasi wilayah yang berpotensi menjadi lokasi awal penerapan program. Sejumlah daerah yang masuk dalam kajian antara lain Probolinggo, Situbondo, Gresik, Lamongan, hingga Tuban.
Selain pendekatan teknologi, aspek regulasi juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah menilai perlunya penguatan aturan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai, terutama terkait larangan membuang sampah sembarangan.
Menurut Emil, tantangan terbesar dalam pengelolaan sungai masih berkaitan dengan perilaku masyarakat, khususnya di wilayah hulu yang kerap tidak menyadari dampak limbah yang dihasilkan terhadap kawasan hilir.
Di sisi lain, Sungai Watch menyambut baik rencana kerja sama ini dan menyatakan kesiapan untuk memulai proyek di Jawa Timur.
Organisasi tersebut juga tengah menjalankan kampanye lingkungan melalui aksi lari jarak jauh dari Bali menuju Jakarta guna meningkatkan kesadaran publik terhadap isu sampah sungai.
Melalui sinergi ini, Pemprov Jatim berharap upaya penanganan sampah sungai dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem perairan.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News